12 April Hari Internasional Penerbangan Luar Angkasa Manusia: Rekomendasi Film dan Buku Bertema Antariksa!
International Day of Human Space Flight-pinterest-
MALANG, DISWAYMALANG.ID-- 12 April bukan tanggal biasa. Di hari ini, manusia pertama kali resmi “menantang langit.” Tepatnya tahun 1961, Yuri Gagarin mengorbit Bumi selama 108 menit, menjadikannya manusia pertama yang melihat planet kita dari luar angkasa.
Momen ini bukan cuma milik Rusia, tapi milik seluruh umat manusia. Maka dari itu, dunia sepakat menjadikan 12 April sebagai Hari Internasional Penerbangan Luar Angkasa Manusia.
Tapi tidak harus jadi astronot buat merayakannya. Lewat tontonan dan bacaan, kita juga bisa ikut "terbang" ke angkasa—tanpa gravitasi, tanpa turbulensi.
Dari film Hollywood sampai buku klasik, ini dia daftar rekomendasi bertema luar angkasa yang bisa menemani perayaan Hari Penerbangan Luar Angkasa..
Siapkan popcorn, nyalakan imajinasi!
1. Interstellar (2014) – Ketika Fisika Jadi Puisi
Disutradarai oleh Christopher Nolan, Interstellar adalah salah satu film luar angkasa paling ambisius dan emosional. Ceritanya mengikuti perjalanan Cooper, mantan pilot NASA, yang ikut misi mencari planet baru demi kelangsungan hidup umat manusia. Tapi di balik petualangan ke galaksi lain, film ini menyimpan pesan yang sangat manusiawi: tentang keluarga, pengorbanan, dan cinta lintas ruang dan waktu.
Visual film ini dibuat dengan bantuan ilmuwan sungguhan, bahkan sampai memicu diskusi di komunitas ilmiah. Musik karya Hans Zimmer jadi nyawa tambahan yang bikin penonton terhanyut. Setelah nonton, mungkin bakal ada yang googling soal black hole, dilatasi waktu, dan kenapa jam di planet lain bisa beda banget. Film ini bukan cuma tontonan, tapi juga pintu masuk ke dunia fisika teoretis.
2. The Martian (2015) – Bertahan Hidup di Planet Merah
Apa jadinya kalau tertinggal sendirian di Mars? The Martian menghadirkan kisah Mark Watney, seorang astronot yang dianggap sudah mati dan ditinggal oleh kru misinya. Tapi Watney tidak menyerah. Dengan bekal ilmu botani, teknik, dan akal sehat, dia bertahan hidup—termasuk menanam kentang di tanah Mars pakai pupuk… manusia.
Film ini tidak cuma bikin deg-degan, tapi juga lucu dan inspiratif. Banyak bagian yang mengajarkan pentingnya sains dalam menyelamatkan nyawa. Bahkan NASA ikut promosi film ini karena akurasi ilmiahnya. Cocok buat yang suka cerita tentang ketahanan hidup, eksplorasi, dan semangat pantang menyerah—dengan bumbu humor segar di tengah kesunyian luar angkasa.
3. Gravity (2013) – Sunyi dan Seremnya Luar Angkasa
Gravity adalah pengalaman sinematik yang bikin lupa bernapas. Dibintangi oleh Sandra Bullock dan George Clooney, film ini bercerita tentang dua astronot yang terdampar di luar angkasa setelah puing satelit menghancurkan pesawat mereka. Tanpa komunikasi, tanpa arah, dan tanpa gravitasi—mereka harus bertahan hidup di tengah kehampaan.
Yang bikin film ini mencengangkan adalah penggambaran sunyi luar angkasa yang begitu realistis. tidak ada suara ledakan—karena memang di luar angkasa, suara tidak bisa merambat. Sutradara Alfonso Cuarón berhasil membungkus semua itu dalam sinematografi yang memukau dan tensi yang konsisten tinggi. Ini bukan horor luar angkasa, tapi ketegangan psikologis yang mencekam.
4. First Man (2018) – Wajah Lain dari Neil Armstrong
Kita semua tahu kalimat “one small step for man...” Tapi First Man mengajak kita mengenal sisi lain dari sang tokoh utama: Neil Armstrong. Film ini menggambarkan perjalanan pribadi Armstrong sejak tragedi keluarganya sampai detik-detik menjelang pendaratan di Bulan. Ini bukan tentang heroisme megah ala Hollywood, tapi lebih ke potret manusia yang rapuh namun tekun.
Dengan nuansa yang tenang dan lebih personal, film ini menawarkan pengalaman emosional yang tidak kalah dalam dari misi luar angkasa itu sendiri. Aktor Ryan Gosling memerankan Armstrong dengan gaya pendiam tapi penuh beban batin. Cocok buat yang lebih suka drama psikologis dibanding aksi ledakan-ledakan di luar angkasa.
5. Cosmos – Carl Sagan (Buku)
Buat yang lebih suka baca, Cosmos dari Carl Sagan adalah buku wajib. Ditulis oleh ilmuwan sekaligus komunikator sains terbaik yang pernah ada, buku ini menjelajah galaksi sambil tetap membumi. Sagan bisa menjelaskan hal rumit seperti evolusi bintang atau usia alam semesta dengan cara yang puitis dan mudah dicerna.
Sumber: imdb
