Kota Batu Siaga Bencana, Peralatan dan Logistik Sudah Disiapkan

Kota Batu Siaga Bencana, Peralatan dan Logistik Sudah Disiapkan

Wali Kota Batu, Kalaksa BPBD Kota Batu dan Forkopimda mengecek kesiapan peralatan tanggap bencana dalam Apel beberapa waktu lalu -Sholeh/Diswaymalang-

BATU, DISWAYMALANG.ID-Meski tidak ada yang mengharapkan bencana datang, kesiapan tetap menjadi kunci utama. Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kota Batu memastikan seluruh peralatan dan kebutuhan dasar untuk menghadapi potensi bencana di musim hujan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Batu Suwoko menyampaikan kesiapan itu mencakup berbagai aspek. Mulai kendaraan operasional, peralatan penanggulangan bencana, hingga persediaan bahan pokok seperti sembako.

Semua disiapkan agar ketika bencana benar-benar terjadi, penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tidak ada waktu yang terbuang hanya untuk mencari peralatan.

"Kita siapkan dengan kondisi yang cukup, semua yang dibutuhkan saat bencana kita siapkan," ujarnya, Minggu (8/11/2026).

BACA JUGA:Pemkot Batu Siapkan Rp15 Miliar untuk Beasiswa Seribu Sarjana

Ia menegaskan, secara kalender resmi, Kota Batu sebenarnya belum memasuki musim hujan. Berdasarkan prediksi BMKG, peralihan musim tercepat baru akan terjadi pada pertengahan November 2026, bahkan bisa mundur hingga Desember 2026.

"Mitigasi dan untuk perubahan musim, kalau menurut BMKG itu kalau tercepat itu di pertengahan November bisa mundur di Desember. Nah itu terus maju. Kan yang diumumkan yang dulu itu juga bisa-bisa Februari," urainya.

Menurut Suwoko, sembako telah disiapkan sebagai bentuk dukungan awal apabila terjadi bencana. Dengan adanya persediaan ini, warga yang harus mengungsi tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan bantuan makanan dan kebutuhan pokok lainnya.

BACA JUGA:Spirit '80-an di Galeri Raos: Ajang Reuni dan Perhelatan Karya 13 Perupa Jatim

Selain itu, kendaraan operasional juga dipastikan dalam kondisi siap pakai. Kendaraan ini akan menjadi ujung tombak mobilitas petugas di lapangan, baik untuk menjangkau lokasi bencana, mengangkut logistik, maupun membantu evakuasi warga.

"Ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi, mengingat Kota Batu memiliki karakteristik wilayah yang rawan terhadap sejumlah jenis bencana, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di kawasan lereng dan perbukitan," imbuhnya.

Terkait sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), Suwoko menyebut BPBD Kota Batu saat ini memiliki 12 unit perangkat yang tersebar di sejumlah titik rawan.

Seluruh perangkat tersebut secara berkala mendapatkan perawatan agar fungsinya tetap terjaga. Perawatan ini penting, karena EWS menjadi garda terdepan untuk memberi peringatan kepada masyarakat sebelum bencana semakin membesar.

BACA JUGA:Kembali ke Esensi Budaya, Kelurahan Sisir Sukses Gelar Karnaval Nusantara Tanpa Sound Horeg

Sumber: