BMKG: Udara Kabur Selimuti Empat Kecamatan Kota Malang 6 November

BMKG: Udara Kabur Selimuti Empat Kecamatan Kota Malang 6 November

Ilustrasi udara kabur di langit Blimbing beberapa waktulalu. -dok.diswaymalang.id--

MALANG, DISWAYMALANG.ID - Kondisi atmosfer Kota Malang pada Jumat, 6 November 2026, diprakirakan didominasi udara kabur. Fenomena tersebut berpotensi terjadi di empat dari lima kecamatan, yakni Blimbing, Klojen, Sukun, dan Lowokwaru. Sementara itu, Kedungkandang diprakirakan mengalami cuaca berawan.

Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan suhu udara di Kota Malang berkisar 21–32 derajat Celsius. Tingkat kelembapan relatif cukup tinggi, mencapai 99 persen di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut membuat udara pada pagi dan malam hari berpotensi terasa lebih lembap. Sementara pada siang hari, peningkatan suhu dapat menyebabkan lingkungan terasa lebih gerah, terutama ketika pergerakan angin relatif lemah.

Prakiraan Cuaca Lima Kecamatan Kota Malang

1. Blimbing

Wilayah Kecamatan Blimbing diprakirakan mengalami udara kabur dengan suhu 21–32 derajat Celsius. Tingkat kelembapan berada pada rentang 55–98 persen.

Kombinasi suhu dan kelembapan tersebut menunjukkan perubahan kondisi atmosfer cukup besar antara pagi dan siang. Udara cenderung lebih lembap pada pagi hari, kemudian terasa lebih hangat ketika suhu meningkat.

2. Klojen

Kecamatan Klojen juga diprakirakan mengalami udara kabur. Suhu udara berkisar 21–32 derajat Celsius dengan kelembapan 55–97 persen.

Kondisi ini perlu diperhatikan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pusat kota. Kelembapan tinggi pada pagi hari dapat membuat udara terasa lebih basah, sedangkan kenaikan suhu pada siang hari berpotensi meningkatkan rasa gerah.

3. Kedungkandang

Berbeda dengan empat kecamatan lainnya, Kedungkandang diprakirakan berawan. Suhu udara berada pada kisaran 21–30 derajat Celsius dengan kelembapan 56–98 persen.

Suhu maksimum yang lebih rendah dibandingkan Blimbing, Klojen, dan Lowokwaru membuat kawasan ini berpotensi terasa sedikit lebih sejuk pada siang hari. Namun, kelembapan yang mendekati 100 persen pada waktu tertentu tetap membuat udara terasa lembap.

4. Sukun

Kecamatan Sukun diprakirakan mengalami udara kabur dengan suhu 21–30 derajat Celsius. Kelembapan udara berada pada rentang 55–99 persen.

Angka kelembapan maksimum 99 persen menjadi yang tertinggi dalam prakiraan lima kecamatan. Kondisi tersebut menunjukkan kandungan uap air di udara berpotensi sangat tinggi, terutama pada periode suhu lebih rendah.

5. Lowokwaru

Lowokwaru diprakirakan mengalami udara kabur dengan suhu 21–32 derajat Celsius. Tingkat kelembapan berada pada kisaran 54–98 persen.

Suhu maksimum 32 derajat Celsius menunjukkan kawasan ini berpotensi mengalami kondisi paling hangat bersama Blimbing dan Klojen. Perubahan suhu dan kelembapan sepanjang hari dapat memengaruhi kenyamanan warga yang beraktivitas di luar ruangan.

Kelembapan Tinggi Membuat Udara Terasa Lebih Gerah

Kelembapan relatif atau relative humidity (RH) menggambarkan banyaknya uap air di udara dibandingkan kapasitas maksimum udara menampung uap air pada suhu tertentu.

Ketika kelembapan mendekati 100 persen, udara berada dalam kondisi hampir jenuh uap air. Kondisi tersebut dapat mendukung terbentuknya kabut atau udara berkabut apabila suhu dan kondisi atmosfer memungkinkan terjadinya kondensasi.

Kelembapan tinggi juga memengaruhi proses penguapan keringat. Ketika kandungan uap air di udara sudah tinggi, keringat lebih sulit menguap sehingga tubuh lebih lambat melepaskan panas. Akibatnya, suhu yang sebenarnya tidak terlalu tinggi pun dapat terasa lebih gerah.

Angin Berpengaruh terhadap Persebaran Udara Lembap

Selain kelembapan, pergerakan angin turut menentukan kondisi udara di suatu kawasan. Angin membantu mencampur dan memindahkan massa udara sehingga dapat memengaruhi penyebaran kelembapan, kabut, maupun polutan di lingkungan perkotaan.

Ketika kecepatan angin lemah, pergantian massa udara berlangsung lebih lambat. Kondisi tersebut dapat membuat udara lembap atau kabut bertahan lebih lama di suatu kawasan apabila didukung kondisi atmosfer lainnya.

Sebaliknya, angin yang lebih kuat dapat membantu mengurangi penumpukan udara lembap di dekat permukaan. Namun, pengaruhnya tetap bergantung pada arah dan karakter massa udara yang dibawa.

BMKG menyediakan informasi kecepatan dan arah angin melalui prakiraan per jam pada tingkat kelurahan. Sementara tabel ringkasan prakiraan lima kecamatan untuk 6 November yang digunakan dalam laporan ini tidak mencantumkan angka kecepatan dan arah angin harian. Karena itu, angka angin spesifik setiap kecamatan tidak dicantumkan agar tidak menghasilkan informasi yang keliru.

Masyarakat yang beraktivitas sejak pagi disarankan memperhatikan perubahan kondisi udara, terutama ketika melintasi kawasan yang mengalami udara kabur. Pengendara juga perlu menjaga jarak pandang aman apabila kabut atau udara berkabut mengurangi visibilitas jalan.

Prakiraan cuaca dapat mengalami perubahan mengikuti perkembangan atmosfer. Masyarakat disarankan memantau pembaruan informasi BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

Sumber: bmkg.go.id

Berita Terkait