Polres Malang Siagakan Personel Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi
Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri selaku pembina apel bersama Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib-Prokopim Kab Malang-
KEPANJEN, DISWAYMALANG.ID--Memasuki musim hujan, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Malang mulai diperkuat. Polres Malang bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dan sejumlah unsur terkait menggelar Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Tanggap bencana hidrometeorologi di Halaman Polres Malang, Kecamatan Kepanjen, Kamis (5/11/2026) sore.
Apel tersebut dipimpin Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri. Wakil Bupati Malang Dra Hj. Lathifah Shohib turut hadir bersama jajaran TNI-Polri, BPBD Kabupaten Malang, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, PMI, relawan, serta berbagai unsur terkait lainnya.
Kegiatan ini menjadi langkah antisipatif menghadapi ancaman bencana yang berpotensi meningkat seiring datangnya musim hujan. Mulai banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga pohon tumbang.
Dalam arahannya, AKBP Rulian Syauri menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan sinergi dan soliditas lintasinstansi. Kecepatan respons juga menjadi faktor penting untuk meminimalkan dampak bencana, terutama terhadap keselamatan masyarakat.
BACA JUGA:Kapolresta Malang Kota Dorong Pelestarian Mata Air, 200 Pohon Buah Ditanam di Sumber Juwet
Karena itu, seluruh personel diminta memastikan kesiapan masing-masing, termasuk kelengkapan sarana dan prasarana pendukung. Mulai kendaraan operasional, perahu karet, gergaji mesin, tenda darurat, hingga perangkat komunikasi dan peralatan evakuasi.
"Apel gelar pasukan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk komitmen kita untuk siap siaga melindungi masyarakat. Semua unsur harus satu komando dan satu langkah dalam penanganan bencana," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib menyampaikan apresiasi kepada Polres Malang yang telah menginisiasi apel kesiapsiagaan tersebut.
Menurutnya, Kabupaten Malang memiliki potensi kerawanan bencana hidrometeorologi yang perlu diantisipasi secara serius. Kondisi geografis wilayah serta intensitas hujan yang cukup tinggi menjadi faktor yang harus diperhatikan seluruh pihak.
"Bencana hidrometeorologi adalah ancaman nyata di wilayah Kabupaten Malang. Oleh karena itu, kesiapsiagaan tidak bisa ditawar. Pemerintah Kabupaten Malang siap bersinergi dengan TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat," ujarnya.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Infrastruktur, Wabup Malang Tekankan TMMD untuk Kesejahteraan Warga
Lathifah juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan kesiapan petugas. Peran serta warga dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan dinilai sangat penting untuk mengurangi risiko bencana.
Salah satunya dengan tidak membuang sampah ke sungai, memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, serta segera melaporkan apabila ditemukan tanda-tanda potensi bencana di wilayah masing-masing.
Sumber:









