Petak 18 dan Kali Krecek Jadi Titik Rawan Bencana di Kota Batu

Petak 18 dan Kali Krecek Jadi Titik Rawan Bencana di Kota Batu

Cak Nur meninjau kesiapan alat berat dalam Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi yang digelar Polres Batu ‎-Sholeh/Diswaymalang-

BATU, DISWAYMALANG.ID - Pemerintah Kota Batu menetapkan Petak 18 Perhutani dan Kali Krecek di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, sebagai dua titik prioritas mitigasi bencana menjelang puncak musim hujan. Kedua kawasan tersebut mendapat perhatian serius karena memiliki potensi kerawanan berbeda, mulai dari longsor dan banjir bandang hingga luapan aliran sungai.

Wali Kota Batu Nurochman mengungkapkan, Petak 18 menjadi lokasi yang paling mendesak untuk ditangani. Pemanfaatan lahan secara berlebihan di kawasan hutan tersebut dinilai meningkatkan risiko bencana, sehingga perlu penanganan bersama pemerintah, Perhutani, TNI-Polri, dan masyarakat.

"Untuk pemetaan beberapa wilayah yang potensi untuk bencana, pertama sangat urgent adalah di wilayah Petak 18. Ada pemanfaatan lahan yang berlebihan," ungkap Nurochman seusai apel siaga bencana hidrometeorologi di Rest Area Jalibar, Rabu (4/11/2026).

Petak 18 berada di bawah pengelolaan RPH Ngantang/KPH Malang, tepatnya di kawasan perbatasan Kabupaten Malang dan Kota Batu. Wilayah pegunungan dengan kemiringan lereng cukup terjal itu menjadi perhatian karena pemanfaatan lahan yang tidak sesuai peruntukan kawasan hutan berpotensi mengganggu fungsi ekologisnya.

‎BACA JUGA:Dari Kampung Sakura hingga Pasar Dunia, Begini Kiprah Gerkraf Kota Batu

Menurut Nurochman yang akrab disapa Cak Nur, berkurangnya daya resap tanah dapat meningkatkan risiko tanah longsor dan banjir bandang. Dampaknya juga berpotensi menjangkau permukiman warga yang berada di kawasan lebih rendah.

Perhutani Siapkan Pemulihan Lahan Petak 18

Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, Pemkot Batu berkoordinasi dengan Perhutani Malang dan unsur terkait. Nurochman menyebut penanganan serta mitigasi lapangan telah dilakukan dengan melibatkan TNI, Polri, masyarakat, dan Perhutani.

"Tetapi sudah dilakukan tindakan oleh Perhutani Malang dan sudah dilakukan mitigasi lokasi oleh semua unsur terdiri dari TNI, Polri, masyarakat bersama Perhutani," jelasnya.

Selain penanganan di lapangan, pemulihan kondisi lahan juga disiapkan melalui program penyebaran benih. Langkah tersebut ditujukan untuk memulihkan kawasan yang mengalami kerusakan, termasuk Petak 18 dan sejumlah wilayah yang sebelumnya terdampak kebakaran hutan.

"Di saat terjadinya musim hujan yang pasti dari pihak Perhutani untuk sebar benih untuk merecovery lahannya termasuk di Petak 18 untuk yang di beberapa wilayah kebakaran ini kita pastikan kondisinya seperti apa," imbuhnya.

‎BACA JUGA:CEO CooSAE Ajak Anak Muda Batu Bangun Ekosistem Pertanian dan UMKM

Kali Krecek Jadi Perhatian Mitigasi Luapan Air

Selain Petak 18, Kali Krecek di Desa Tulungrejo menjadi titik kedua yang masuk perhatian Pemkot Batu. Jika Petak 18 berkaitan dengan kondisi kawasan hulu dan lereng, Kali Krecek perlu diantisipasi karena menjadi salah satu jalur aliran air dari kawasan yang lebih tinggi.

Sumber: