Semeru hingga Bromo Berpotensi Hujan, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Jatim
Ilustrasi cuaca gunung dan perairan Malang Raya sertai peringatan dini potensi cuaca ektrem Jatim. -AI--
MALANG, DISWAYMALANG.ID – Prakiraan cuaca di sejumlah gunung di Malang Raya pada Rabu, 4 November 2026, menunjukkan potensi hujan rintik-rintik mulai siang hingga malam. Kondisi tersebut perlu diwaspadai pendaki, wisatawan, dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pegunungan.
Selain cuaca gunung, BMKG Maritim memprakirakan gelombang Perairan Malang Selatan mencapai 2,1 meter atau kategori sedang. Pada saat yang sama, BMKG Stasiun Meteorologi Juanda mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur pada 2–9 November 2026.
Hujan Rintik Berpotensi Mengguyur Gunung di Malang Raya
Berdasarkan prakiraan cuaca, Gunung Semeru dengan ketinggian 3.676 meter diperkirakan mengalami suhu 11–18 derajat Celsius. Hujan rintik-rintik berpotensi turun mulai pukul 13.00 hingga 19.00 WIB. Curah hujan tertinggi diprakirakan mencapai 2,24 milimeter pada pukul 16.00 WIB.
Di Gunung Bromo, suhu diprakirakan berkisar 12–19 derajat Celsius. Hujan rintik-rintik berpotensi terjadi pada pukul 13.00, 16.00, dan 19.00 WIB. Kawasan savana Bromo juga mulai menghijau kembali setelah diguyur hujan. Kawasan wisata Bromo telah dibuka kembali melalui empat pintu masuk, yakni Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang.
Gunung Arjuno dengan ketinggian 3.339 meter diprakirakan memiliki suhu 11–18 derajat Celsius. Hujan rintik-rintik berpotensi turun pada pukul 13.00 hingga 19.00 WIB, dengan intensitas relatif ringan.
Sementara itu, suhu Gunung Welirang berkisar 16–23 derajat Celsius. Hujan rintik diprakirakan turun pada siang hingga malam. Di Gunung Kawi-Butak, suhu diperkirakan 11–21 derajat Celsius, dengan potensi hujan rintik pada pukul 13.00 hingga 19.00 WIB.
Status Pendakian Gunung Masih Perlu Diwaspadai
Prakiraan cuaca tidak serta-merta menjadi izin untuk melakukan pendakian. Wisatawan harus memperhatikan status jalur dan ketentuan pengelola kawasan.
Jalur pendakian Gunung Semeru masih ditutup sejak 26 Agustus 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Aktivitas vulkaniknya juga masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak. Larangan juga berlaku dalam radius 5 kilometer dari kawah karena potensi lontaran batu pijar.
Kewaspadaan terhadap Semeru meningkat setelah banjir lahar hujan menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang pada Senin, 2 November 2026. Bencana tersebut dipicu hujan lebat yang mengguyur kawasan puncak sejak Minggu malam, 1 November.
Banjir lahar berdampak pada wilayah Kecamatan Pronojiwo, Tempursari, dan Jatiroto. Sejumlah akses warga terganggu akibat jembatan putus, tanggul jebol, serta jalan tertutup material batu dan pasir berlumpur. Hingga Selasa, 3 November, debit aliran lahar dilaporkan mulai berangsur surut, tetapi dampak kerusakan masih menghambat mobilitas warga.
Di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, jalur pendakian utama masih ditutup sementara sejak 17 Oktober 2026 akibat kebakaran hutan dan proses asesmen pemulihan ekosistem. Penutupan juga berlaku untuk Bukit Lincing sejak 19 Oktober.
Jalur pendakian Gunung Panderman dan Bokong melalui Kota Batu kembali ditutup sejak 18 Oktober 2026 setelah muncul titik api baru di Pos 3 Gunung Butak. Sementara itu, jalur Gunung Butak melalui Pesanggrahan masih ditutup dan ditargetkan dibuka kembali pada Desember 2026 setelah proses pemulihan kawasan.
Sumber: bmkg dan data gunung serta pvmbg









