Nama Anda Bisa Terbang ke Bulan Saturnus, NASA Buka Pendaftaran hingga 2027

Nama Anda Bisa Terbang ke Bulan Saturnus, NASA Buka Pendaftaran hingga 2027

Terdapat banyak fenomena langit, salah satunya ada konjungsi antara planet Saturnus dan Venus--Freepik--

MALANG, DISWAYMALANG.ID — Nama siapa pun kini berpeluang ikut dalam perjalanan panjang menuju Titan, salah satu dunia paling menarik di Tata Surya. NASA membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menitipkan nama mereka pada wahana Dragonfly yang akan menjelajahi satelit terbesar Saturnus tersebut.

Program bertajuk Journey to Titan ini tidak dipungut biaya. Nama peserta akan disimpan dalam sebuah microchip yang dibawa Dragonfly, sedangkan setiap pendaftar memperoleh kartu boarding pass digital yang dipersonalisasi sebagai kenang-kenangan.

Pendaftaran dibuka hingga 15 Januari 2027 pukul 23.59 waktu Amerika Serikat bagian Timur. Masyarakat dapat mengikuti program tersebut melalui laman resmi NASA dengan mengisi data yang diminta.

Dragonfly, Misi Terbang Pertama ke Dunia Lain

Dragonfly bukan wahana penjelajah biasa. NASA merancangnya sebagai rotorcraft bermotor delapan baling-baling yang dapat terbang dari satu lokasi ke lokasi lain di permukaan Titan.

Misi ini akan menjadi penerbangan wahana rotorcraft pertama untuk penelitian ilmiah di dunia lain. Kemampuan terbang tersebut memungkinkan Dragonfly menjangkau berbagai kawasan Titan yang memiliki karakteristik geologi dan lingkungan berbeda.

Associate Administrator NASA Science Mission Directorate Nicky Fox mengatakan, misi Dragonfly akan membantu ilmuwan mempelajari potensi kelayakhunian Titan. NASA juga mengajak masyarakat ikut menjadi bagian dari perjalanan eksplorasi tersebut dengan mengirimkan nama mereka.

Dragonfly dirancang dan dibangun di bawah arahan Johns Hopkins Applied Physics Laboratory (APL) di Laurel, Maryland. Elizabeth Turtle dari laboratorium tersebut menjadi peneliti utama misi.

Kapan Dragonfly Berangkat Menuju Titan?

NASA menargetkan peluncuran Dragonfly pada Juli 2028. Wahana tersebut diperkirakan tiba di Titan pada akhir 2034 setelah menempuh perjalanan antariksa selama sekitar enam setengah tahun.

Saat ini, Dragonfly memasuki tahap integrasi dan pengujian. Tim APL menggabungkan berbagai komponen wahana sekaligus menguji kesiapan sistem agar mampu menghadapi kondisi ekstrem selama perjalanan dan ketika beroperasi di Titan.

Misi ini direncanakan berlangsung sekitar tiga tahun di permukaan Titan. Dragonfly akan melakukan penerbangan berulang untuk mengambil sampel dan mempelajari lingkungan di sejumlah lokasi.

Mengapa Titan Menarik Perhatian Ilmuwan?

Titan merupakan satelit alami terbesar Saturnus sekaligus satu-satunya bulan di Tata Surya yang diketahui memiliki atmosfer padat. Atmosfernya didominasi nitrogen dan memiliki kandungan senyawa organik yang menarik untuk penelitian.

Sumber: harian disway