Polda Jateng Dampingi Pemulihan Santriwati Ponpes Hamalatul Quran
Direktur PPA dan PPO Polda Jawa Tengah Kombes Nunuk Setiyowati. -ist---
SUKOHARJO, DISWAYMALANG.ID — Pemulihan kondisi psikologis dan sosial menjadi perhatian setelah polemik penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Quran di Kabupaten SUKOHARJO, Jawa Tengah. Polda Jateng bersama sejumlah instansi pemerintah turun langsung untuk memberikan pendampingan kepada ustazah dan santriwati yang terdampak.
Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas lembaga, termasuk dinas perlindungan perempuan dan anak, Kementerian Agama, serta unsur pemerintah daerah. Pendampingan diarahkan agar para penghuni pondok, khususnya perempuan dan anak, dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman.
Direktur PPA dan PPO Polda Jateng Kombes Nunuk Setiyowati mengatakan, pihaknya ingin memastikan kondisi para ustazah dan santriwati yang masih berada di lingkungan pesantren. Berdasarkan komunikasi dengan pengelola pondok, terdapat empat ustazah dan satu santriwati yang masih tinggal di lokasi.
Kunjungan tersebut melibatkan DP3AKP Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Sukoharjo, Kesbangpol Provinsi, Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo, Danramil, pelaksana tugas camat, serta kepala desa.
BACA JUGA:Kapolres Sukoharjo Dicopot, 3 Perwira Diperiksa, Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Polda Jateng juga menawarkan bantuan pemulangan bagi santriwati asal Lampung yang terkendala biaya untuk kembali ke daerah asalnya.
“Kami sudah menawarkan apabila memang santriwati yang terkendala biaya ini ingin pulang ke Lampung, kami siap untuk memfasilitasi,” kata Nunuk kepada awak media, Selasa (3/11/2026).
Ia memastikan pendampingan tidak berhenti pada kunjungan tersebut. Polda Jateng akan berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di tingkat provinsi maupun kabupaten.
“UPTD PPA, baik provinsi maupun kabupaten, siap untuk melakukan pendampingan, baik secara psikologis maupun psikososial, sehingga perlindungan terhadap perempuan dan anak terkait kejadian pada 27 Oktober ini bisa betul-betul dipulihkan dan mereka kembali dapat beraktivitas sesuai yang diharapkan,” jelasnya.
Pembelajaran Masih Direncanakan Secara Daring
Aktivitas belajar mengajar di Ponpes Hamalatul Quran untuk sementara masih dihentikan. Pengelola pondok merencanakan kegiatan pendidikan tetap berjalan melalui pembelajaran daring, antara lain menggunakan aplikasi Zoom atau metode online lainnya.
BACA JUGA:Penggeledahan Ponpes Berujung Desakan Pemecatan Kapolda Jateng, Propam Turun Tangan
Pihak pesantren menyambut baik pendampingan dari berbagai instansi. Sinergi tersebut diharapkan membantu proses pemulihan sehingga para ustazah dan santriwati dapat kembali menjalani kegiatan pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
Empat Personel Polres Sukoharjo Diperiksa Propam
Sumber: disway









