Hotel hingga Kafe di Batu Diminta Urus Sampah Sendiri, Tak Bisa Lagi Andal Pemkot

Hotel hingga Kafe di Batu Diminta Urus Sampah Sendiri, Tak Bisa Lagi Andal Pemkot

Pengolahan sampah di TPA Tlekung Kota Batu -Sholeh/Diswaymalang -

BATU, DISWAYMALANG.ID- Tingginya aktivitas pariwisata di Kota Batu ternyata menyisakan pekerjaan rumah besar di sektor persampahan. Hotel, restoran, kafe, hingga destinasi wisata yang setiap hari melayani ribuan pengunjung, kini didorong untuk tidak lagi lepas tangan soal sampah yang mereka hasilkan.

Pemkot Batu menilai, jika pengelolaan sampah hanya mengandalkan pengangkutan dan pembuangan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), maka beban fasilitas pengolahan akan terus jebol seiring naiknya kunjungan wisata.

Untuk itu, Pemkot Batu menyiapkan transformasi total melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP). Program ini tidak hanya menambah kapasitas mesin dan bangunan, tetapi mengubah mindset pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.

BACA JUGA:Bersih Desa Kelurahan Sisir Batu, Tradisi Ijab Kabul Jadi Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya

Wali Kota Batu Nurochman menegaskan, persoalan sampah harus diselesaikan secara fokus, terkonsentrasi dan total. Salah satu kuncinya adalah pemilahan sampah sejak dari sumbernya, sebelum masuk ke fasilitas pengolahan.

"Kita harus menyelesaikan persoalan sampah secara fokus, terkonsentrasi dan total," tegas Cak Nur, Senin (2/11/2026).

Menurutnya, transformasi ini bertujuan agar sampah yang benar-benar berakhir di tempat pemrosesan akhir bisa ditekan seminimal mungkin. Tanggung jawabnya pun tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan rumah tangga, pelaku usaha pariwisata harus ikut ambil peran.

BACA JUGA:Gus Iqdam Pimpin Zikir Akbar HUT ke-25 Kota Batu, Nurochman Ajak Warga Jaga Alam

"Transformasi itu ditujukan agar sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir dapat ditekan," ujarnya.

Untuk mendukung kebijakan itu, Pemkot menyiapkan sistem pengolahan sampah terintegrasi dengan target kapasitas ambisius: 100 ton per hari. Target tersebut akan tercapai setelah seluruh infrastruktur dalam program LSDP selesai dibangun dan beroperasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni Kurniawan menjelaskan, pembangunan tahap awal akan difokuskan pada pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Reduce, Reuse, Recycle (3R) di Kelurahan Sisir dan Temas.

BACA JUGA:Kota Batu Juara Umum Kejurda NPCI Jatim 2026, Sapu Bersih Emas dan Perak Boccia

"Selain itu, pemkot merencanakan pengembangan 10 titik pengolahan sampah komunal yang nantinya terintegrasi dengan TPST Tlekung," jelasnya.

Skemanya, fasilitas komunal akan menjadi garda terdepan yang menangani sampah di tingkat lokal atau kawasan. Sementara TPST Tlekung diproyeksikan menjadi pusat pengolahan sampah residu yang tidak bisa diolah di tingkat bawah.

Sumber:

Berita Terkait