Napak Tilas 3 Leluhur, Warga Sisir Batu Rawat Sejarah Desa Berusia 192 Tahun

Napak Tilas 3 Leluhur, Warga Sisir Batu Rawat Sejarah Desa Berusia 192 Tahun

Peserta Napak Tilas Bedah Kerawang Sisir. Kegiatan ini diikuti seluruh pamong hingga RT yang ada di lingkungan Kelurahan Sisir.-panca rp/diswaymalang.id-

BATU, DISWAYMALANG.ID - Warga Kelurahan Sisir, Kota Batu, kembali menelusuri jejak para leluhur melalui tradisi Napak Tilas Punden. Kegiatan ini digelar Minggu (1/11/2026), sebagai bagian dari rangkaian Selamatan Warga Sisir ke-192.

Tradisi tersebut menjadi upaya merawat ingatan tentang sejarah berdirinya wilayah Sisir. Warga diajak mengenali tokoh-tokoh yang berjasa membuka lahan dan merintis kehidupan masyarakat setempat.

Menelusuri Tiga Petilasan Leluhur

Lurah Sisir Budi Meryanto Handarto SP menjelaskan, rombongan mengunjungi tiga lokasi petilasan. Ketiganya berkaitan dengan tokoh yang memiliki peran dalam sejarah Kelurahan Sisir.

Lokasi pertama adalah petilasan Mbah Nyai Karsinah di Jalan Bejo. Rombongan kemudian menuju makam Mbah Banter di Pemakaman Sisir. Tujuan berikutnya adalah petilasan Mbah Sulastri di Jalan Imam Bonjol Gang 1.


Pezerta Napak Tilas berdoa sebelum perjalanan fimulai-panca rp/diswaymalang.id-

Budi menjelaskan, Mbah Banter dan Mbah Sulastri termasuk tokoh yang dikaitkan dengan pembukaan wilayah Sisir. Sementara Mbah Nyai Karsinah merupakan sosok yang pernah tinggal di kawasan tersebut dan dihormati masyarakat.

"Mereka ini adalah membuka daerah Sisir, namun kalau Nyai Karsinah itu orang yang pernah tinggal di Sisir. Namun, dia bukan pembuka, tetapi tokoh yang dituakan," kata Budi.

Budi mengikuti rangkaian Napak Tilas hingga selesai. Rombongan perangkat kelurahan berangkat dari Kantor Kelurahan Sisir dengan berjalan kaki. Perjalanan dilanjutkan menuju makam Mbah Sulastri dengan jarak sekitar lima kilometer.

Mengajak Warga Mengenal Sejarah Sisir

Modin Kelurahan Sisir Solikin mengatakan, kegiatan ini penting agar masyarakat memahami perjuangan para pendahulu. Mereka telah merintis permukiman dan menjaga wilayah yang kini berkembang menjadi Kelurahan Sisir.

Menurut Solikin, Napak Tilas bukan sekadar perjalanan mengunjungi makam atau petilasan. Kegiatan ini juga menjadi sarana mengenalkan sejarah dan budaya kepada warga, terutama generasi muda.

"Dulu orang-orang tua kita itu, setelah berjuang untuk mendirikan desa yang namanya Sisir, yang sudah 192 tahun lebih, maka dinapak-tilasi bagaimana, di mana luasnya Kelurahan Sisir ini diaplikasikan dengan napak tilas perjalanan orang-orang dulu kita itu, memperluas dan menjaga kebudayaan dan kelestarian budaya Kelurahan Sisir," ujar Solikin.


Dalam perjalanan menggunakan penerangan obor-panca rp/diswaymalang.id-

Ia berharap warga semakin mengenal wilayah tempat tinggalnya. Termasuk memahami kisah para leluhur yang membuka lahan atau babat alas di kawasan Sisir.

Sejumlah nama yang lekat dengan sejarah lokal tersebut antara lain Mbah Banter dan Mbah Sulastri. Jejak para pendahulu itu diwariskan melalui cerita masyarakat dan keberadaan petilasan yang hingga kini masih dihormati.

Antusiasme Generasi Muda Perlu Ditingkatkan

Sumber:

Berita Terkait