Kasus Pembakaran Warung Memanas, Gus Kikin Ingatkan Warga Sukoharjo Menahan Diri
KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin). -instagram--
JAKARTA, DISWAY.ID — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Kikin Abdul Hakim atau Gus Kikin mengajak masyarakat menjaga ketenangan menyusul perkembangan kasus pembakaran Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Persoalan hukum tersebut, menurutnya, harus diselesaikan melalui jalur hukum dan tidak boleh berkembang menjadi konflik sosial.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, menahan diri, dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan sampai persoalan hukum ini berkembang menjadi ketegangan di tengah masyarakat,” kata Gus Kikin, Minggu (1/11/2026).
Gus Kikin menegaskan, seluruh pihak perlu menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Ia juga mengingatkan agar tidak ada tindakan kekerasan maupun aksi main hakim sendiri.
“Kalau ada persoalan, mari diselesaikan dengan dialog dan jalan hukum. Tidak boleh ada yang main hakim sendiri. Kita harus menjaga agar masyarakat tetap rukun, saling menghormati, dan tidak terpecah belah,” ujarnya.
BACA JUGA:Penggeledahan Ponpes Berujung Desakan Pemecatan Kapolda Jateng, Propam Turun Tangan
Minta Polisi Bertindak Profesional dan Transparan
Gus Kikin meminta kepolisian menangani perkara tersebut secara profesional, adil, dan transparan. Penegakan hukum, menurutnya, harus tetap memperhatikan hak-hak warga, termasuk perempuan dan anak-anak yang berada di lokasi penggeledahan.
“Kalau ada yang melanggar hukum, proses sesuai hukum. Kalau ada tindakan aparat yang dipersoalkan, periksa secara terbuka sesuai prosedur. Semua harus mendapatkan perlakuan yang adil. Jangan sampai ada pihak yang tidak bersalah ikut dirugikan,” katanya.
Untuk meredakan ketegangan, Gus Kikin meminta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sukoharjo mengumpulkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pihak terkait pada Minggu sore.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang komunikasi bersama. Para tokoh diharapkan dapat membantu mencegah kesalahpahaman serta menjaga suasana tetap kondusif.
“Saya minta PCNU Sukoharjo sore ini mengundang para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk duduk bersama. Bangun komunikasi yang baik. Kita ajak semua pihak menahan diri, menjaga suasana tetap sejuk, dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan,” ujar Gus Kikin.
BACA JUGA:Gus Kikin Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Cicit Hasyim Asy’ari dengan Jejak Bisnis 22 Perusahaan
Ia menilai tokoh agama memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan ketenangan di tengah masyarakat. Perbedaan pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk merusak persaudaraan.
Sumber: disway dan sumber lainnya









