Semarak dari Lembah Para Petani: Mengurai Harmoni dan Sejarah Batu Art Flower Carnival 2026
Salah satu peserta BAFC Kota Batu -panca rp-
BATU, DISWAYMALANG.ID — Jalan Panglima Sudirman yang membelah jantung Kota Batu mendadak berubah menjadi hamparan kanvas raksasa nan warna-warni. Aroma wangi ribuan tangkai mawar, krisan, hingga sedap malam menyeruak di tengah sejuknya udara lereng pegunungan. Ratusan perangkai bunga, seniman, budayawan, hingga jajaran pejabat berbaur tanpa sekat bersama puluhan ribu pasang mata yang memadati trotoar sejak pagi hari.
BACA JUGA:Jelang HUT Kota Batu, DLH Bersihkan Stadion untuk Konser Denny Caknan hingga Pengajian Gus Iqdam
Gelaran Batu Art Flower Carnival (BAFC) 2026 resmi ditabuh, Sabtu pagi (31/10/2026) Helatan tahun ini terasa jauh lebih istimewa karena berimpitan langsung dengan momen bersejarah: peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu.
Seabad perak usia kota otonom ini dirayakan bukan hanya dengan pesta visual. Melainkan dengan memungut kembali roh gotong royong, merawat cerita rakyat, dan mengukuhkan identitas florikultura yang tumbuh subur dari kaki gunung.
Esensi Kebebasan Berkreasi
Ada pemandangan mendasar yang membedakan BAFC 2026 dari gelaran edisi-edisi sebelumnya. Jika tahun-tahun lalu persaingan sengit antar-kontingen untuk memperebutkan gelar terbaik menyedot perhatian utama, panitia penyelenggara tahun ini secara berani merobohkan sekat kompetisi tersebut.
BACA JUGA:Jelang HUT Kota Batu, Pemkot Gelar Kerja Bakti Massal Bersihkan Pusat Kota
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto menegaskan bahwa konsep partisipasi tahun ini secara lugas dirancang tanpa sistem perlombaan. Langkah ini diambil demi mengembalikan esensi parade pada ruang ekspresi yang murni, bebas, dan guyub.
"Kami ingin fokus pada kolaborasi, ekspresi seni, dan pawai bersama. Tidak ada yang bersaing untuk menjadi pemenang, karena semua kontingen hadir untuk merayakan ruang kreatif yang sama," ujar Onny Ardianto saat memberikan keterangan sebelum melepas rombongan parade, Sabtu (31/10/2026).
BACA JUGA:BPKH Serahkan Peta Kawasan Hutan Sumberbrantas dan Tulungrejo, Pemkot Batu Siapkan Verifikasi
Sebanyak 38 kontingen ambil bagian meramaikan BAFC 2026. Barisan parade memanjang anggun mengular di jalan protokol, menampilkan perpaduan harmonis dari berbagai elemen:
Pemerintahan & Mitra
Wilayah Kecamatan & Desa: Utusan dari 3 kecamatan (Kecamatan Junrejo, Batu, dan Bumiaji) yang memboyong potensi penuh seluruh kelurahan dan desa di wilayahnya.
Sektor Swasta & Industri Pariwisata: Destinasi wisata kenamaan seperti Baloga, Mikotopia, Perum Among Tirto, PT Selecta, Santera de Laponte, hingga Kaliwatu Group yang berkolaborasi rapat dengan komunitas Proflorist Batu.
BACA JUGA:Pasar Murah HUT ke-81 Jatim di Batu Diserbu Warga, Beras 5 Kg Rp55 Ribu
Untuk menjaga estetika dan kelancaran arus pawai, panitia menerapkan aturan teknis yang disiplin: setiap kontingen dibatasi menerjunkan 20 hingga 50 personel (gabungan penampil dan kru lapangan) serta maksimal membawa dua unit kendaraan hias.
Sumber:









