Cegah Remaja Malas Gerak, Sekolah Sehat HiLo Sasar Lima SMP di Kota Malang
Peluncuran program dari Nutrifood yang mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan Kota Malang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, serta Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang.-agsant/diswaymalang-
KLOJEN, DISWAYMALANG.ID--Membangun kebiasaan hidup sehat tak cukup hanya lewat imbauan. Lingkungan sekolah juga harus ikut berubah agar pola hidup sehat menjadi bagian dari keseharian siswa.
Upaya itulah yang didorong melalui Program Sekolah Sehat HiLo yang resmi diluncurkan di Kota Malang, Kamis (29/10/2026). Program kolaborasi Nutrifood bersama Pemerintah Kota Malang tersebut menyasar lima sekolah menengah pertama (SMP) dengan melibatkan siswa, guru, orang tua, hingga pengelola kantin sekolah.
Kelima sekolah itu adalah SMPN 2 Malang, SMPN 5 Malang, SMPN 16 Malang, SMPN 21 Malang, dan SMPN 27 Malang.
Program yang berlangsung selama tiga bulan ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem sekolah sehat. Tidak sekadar memberikan edukasi, program tersebut juga mendorong perubahan kebiasaan dan lingkungan sekolah agar mendukung gaya hidup sehat secara berkelanjutan.
Tantangan kesehatan remaja memang tidak bisa dianggap sepele. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi kelebihan berat badan, termasuk overweight dan obesitas, mencapai 16,2 persen pada remaja usia 13–15 tahun dan 12,1 persen pada kelompok usia 16–18 tahun.
Artinya, sekitar satu dari enam remaja usia SMP mengalami kelebihan berat badan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko obesitas saat dewasa, yang berkaitan dengan berbagai penyakit tidak menular, seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes, dan stroke.
Persoalan lain adalah minimnya aktivitas fisik. Data SKI 2023 menunjukkan 58 persen anak usia 10–14 tahun dan 50,4 persen kelompok usia 15–19 tahun memiliki tingkat aktivitas fisik yang kurang.
Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan anak dan remaja melakukan aktivitas fisik minimal 60 menit setiap hari.
Pola konsumsi juga menjadi perhatian. SKI 2023 mencatat 47,5 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali sehari. Kebiasaan ini perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai pola makan seimbang dan pembatasan konsumsi gula, garam, serta lemak.
Area Marketing Manager Jawa Timur PT Nutrifood Indonesia Andre Setiawan Omarhadi mengatakan, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan hidup sehat pada usia remaja.
Menurut dia, program ini dikembangkan agar upaya edukasi kesehatan tidak berhenti pada siswa sebagai individu, tetapi melibatkan seluruh unsur yang ada di lingkungan sekolah.
“Melalui Program Sekolah Sehat HiLo, kami ingin melangkah lebih jauh dengan melibatkan seluruh ekosistem sekolah, mulai dari siswa, guru, orang tua, hingga mitra kantin, agar budaya hidup sehat dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
Program Sekolah Sehat HiLo mengusung empat pilar utama. Yakni mendorong siswa aktif bergerak, memperkuat peran guru sebagai penggerak budaya hidup sehat dan ramah lingkungan, mendorong kantin menyediakan pilihan konsumsi yang lebih sehat, serta menghadirkan media pembelajaran agar pesan kesehatan terus diterapkan dalam aktivitas sekolah.
Pendekatan ini sekaligus menjadi pengembangan dari sejumlah program edukasi kesehatan yang sebelumnya dijalankan Nutrifood dan HiLo, termasuk HiLo Body Move Challenge, Nutrifood Physical Education Teacher (NPET), serta kampanye Batasi GGL.
Sumber:









