Bursa Ketua KONI Kota Batu Sepi, Baru Dua Orang Ambil Formulir

Bursa Ketua KONI Kota Batu Sepi, Baru Dua Orang Ambil Formulir

‎Kantor Koni Kota Batu di Jalan Sultan Agung Kota Batu ‎-Sholeh/Diswaymalang-

BATU, DISWAYMALANG.ID- Bursa pencalonan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu periode mendatang mulai menghangat. Namun hingga H-2 penutupan, animo pendaftar masih terbilang sepi.

‎Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Calon Ketua KONI Kota Batu mencatat, baru dua orang yang mengambil formulir pendaftaran. Padahal batas akhir pengembalian berkas akan ditutup pada 30 Oktober mendatang.

‎Ketua TPP Budi Winarto membenarkan hal tersebut. Menurutnya, satu berkas diambil langsung oleh bakal calon, yakni Ghaib Sampurno, sementara satu berkas lainnya diambil melalui utusan atau pihak yang diberi kuasa.

BACA JUGA:Lapangan Desa Sumberejo Batu Belum Siap Dipakai, Pemdes Siapkan Anggaran Rp80 Juta

‎“Sampai dengan saat ini yang mengambil berkas itu dua. Yang satu utusan, dan Pak Ghaib mengambil sendiri karena sudah memastikan diri,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).

‎Meski baru dua, Budi menilai dinamika masih sangat mungkin berubah. Ia menyebut informasi di lapangan beredar bahwa jumlah pendaftar bisa bertambah menjadi tiga orang hingga detik terakhir penutupan. TPP sendiri masih membuka pintu seluas-luasnya hingga tanggal 30 Oktober pukul 23.59 WIB.

‎“Dinamikanya masih bisa naik. Informasinya bisa jadi tiga. Tapi resmi atau tidaknya kita lihat setelah berkas masuk semua,” katanya.

‎BACA JUGA:Chelsea Kalah Adu Penalti dari Liverpool, Penders Gemilang, Fofana Jadi Petaka

‎Budi menjelaskan, setelah penutupan pada 30 Oktober, proses tidak langsung selesai. Tahapan krusial selanjutnya adalah verifikasi administrasi dan uji publik terhadap para bakal calon yang telah mengembalikan berkas.

‎“Nanti tanggal 30 itu masih ada tahapan berikutnya, artinya masih ada verifikasi dan uji publik. Sehingga kurang lebih dua minggu baru kita putuskan untuk penetapan bakal calon menjadi calon resmi,” jelasnya.

‎Untuk memastikan penjaringan berjalan transparan, sosialisasi telah dilakukan secara intensif kepada para Ketua Cabang Olahraga (Cabor). Pasalnya, hak suara dalam pemilihan Ketua KONI sepenuhnya berada di tangan Cabor, bukan publik umum.

BACA JUGA:Malang Strudel & Farm Buka Wisata Petik Melon Premium Jepang di Kota Batu

‎“Ini ranah internal keolahragaan, jadi poros utamanya adalah ketua-ketua cabor sebagai pemilik suara sah,” tegasnya.

‎Lebih jauh, Budi mengingatkan bahwa menjadi Ketua KONI adalah soal pengabdian, bukan soal mencari keuntungan materi. Tidak ada gaji, tunjangan, atau fasilitas finansial yang menjanjikan di organisasi tersebut.

Sumber:

Berita Terkait