Babinsa Dampingi Petani Arjowinangun Semprot Pestisida Padi Pakai Drone
Serka Subiantoro bersama PPL saat giat penyemprotan dengan pestisida tanaman padi menggunakan drone di Kelompok Tani Sejahtera Sawarojo, Rabu (28/10)-agsant/diswaymalang-
KEDUNGKANDANG, DISWAYMALANG.ID--Pemanfaatan teknologi di sektor pertanian mulai merambah lahan persawahan di wilayah KEDUNGKANDANG, Kota Malang. Kali ini, penyemprotan pestisida tanaman padi dilakukan menggunakan drone di lahan Kelompok Tani Sejahtera Sawarojo, Kelurahan Arjowinangun, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan Babinsa Kelurahan Arjowinangun, Serka Subiantoro, anggota Koramil 0833-02/Kedungkandang, yang mendampingi tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kedungkandang bersama kelompok tani setempat.
Penggunaan drone menjadi salah satu upaya untuk membuat perawatan tanaman lebih efektif. Selain membantu mempercepat proses penyemprotan, teknologi ini berpotensi menghemat tenaga petani sekaligus menjangkau area persawahan secara lebih merata.
Di tengah kebutuhan menjaga produktivitas pertanian, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu alternatif untuk mendukung pekerjaan petani. Namun, penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan tanaman.
Serka Subiantoro mengatakan, pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari kepedulian Babinsa terhadap aktivitas pertanian di wilayah binaannya.
BACA JUGA:Kawal Salat Istisqa Bupati Malang, TNI-Polri dan Dishub Siaga Sejak Subuh
“Petani memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan. Kami sebagai Babinsa berupaya hadir untuk mendukung kegiatan mereka, termasuk mendampingi pemanfaatan teknologi pertanian seperti drone,” ujarnya.
Ia berharap, penggunaan teknologi tersebut dapat membuat pekerjaan petani lebih efektif, perawatan tanaman semakin optimal, serta berdampak positif terhadap kesejahteraan keluarga petani.
Menurutnya, sinergi antara Babinsa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani juga perlu terus diperkuat. Dengan begitu, penerapan teknologi tidak sekadar menjadi inovasi, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi kegiatan pertanian di lapangan.
Meski menggunakan teknologi modern, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian. Penyemprotan pestisida perlu memperhatikan ketepatan dosis, kondisi cuaca, serta prosedur penggunaan alat dan bahan kimia agar tidak membahayakan petani maupun lingkungan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi dorongan bagi petani di Arjowinangun untuk terus meningkatkan kualitas perawatan tanaman. Sebab, upaya menjaga produktivitas padi tidak hanya bergantung pada proses budidaya, tetapi juga pada ketepatan teknologi dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Sumber:









