Hari Animasi Internasional 28 Oktober 2026: Studio Malang Garap Anime Jepang hingga Tembus Pasar Global

Hari Animasi Internasional 28 Oktober 2026: Studio Malang Garap Anime Jepang hingga Tembus Pasar Global

Hari Animasi Interanasional 28 Oktober 2026. -Ilustrasi: AI--

MALANG, DISWAYMALANG.ID – Tanggal 28 Oktober bukan hanya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Dunia juga merayakan Hari Animasi Internasional atau International Animation Day. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi karya animator sekaligus melihat perkembangan industri animasi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Di Malang Raya, industri animasi bukan sekadar kegiatan kreatif berskala lokal. Sejumlah studio di Kota Malang telah terlibat dalam produksi untuk pasar internasional. Ada yang mengerjakan serial animasi dan anime Jepang, ada pula yang mengembangkan karya orisinal serta game untuk menjangkau penonton dan pemain lintas negara.

Berawal dari Pertunjukan Animasi pada 1892

Hari Animasi Internasional diperingati setiap 28 Oktober untuk mengenang pertunjukan publik animasi yang diperkenalkan penemu asal Prancis, Émile Reynaud, pada 28 Oktober 1892 di Musée Grévin, Paris.

Reynaud menggunakan perangkat temuannya yang disebut Théâtre Optique atau teater optik. Alat tersebut memungkinkan rangkaian gambar ditampilkan sebagai pertunjukan gambar bergerak di hadapan penonton. Karyanya dikenal dengan nama Pantomimes Lumineuses.

Pertunjukan itu menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perkembangan animasi. Jauh sebelum teknologi komputer dan efek visual digital berkembang, para pelopor animasi telah bereksperimen untuk membuat gambar seolah-olah hidup.

Tanggal bersejarah tersebut kemudian dipilih oleh Association Internationale du Film d’Animation (ASIFA) sebagai Hari Animasi Internasional pada 2002. Peringatan ini bertujuan mempromosikan seni animasi sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap karya para animator di seluruh dunia.

Peringatannya dapat diisi dengan pemutaran film animasi, pameran, diskusi, kuliah umum, hingga lokakarya. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertemuan antara animator profesional, pelajar, mahasiswa, komunitas, dan masyarakat.

Jiva Animation dari Malang Terlibat Produksi Anime Jepang

Salah satu contoh kiprah industri animasi Malang di pasar global adalah Jiva Animation, studio yang berbasis di kawasan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Studio yang didirikan Aswin Nur Cahya pada 2023 itu terlibat dalam produksi sejumlah judul anime Jepang. Portofolio yang ditampilkan Jiva Animation mencakup judul seperti Tokyo Revengers, Wind Breaker, Witch Watch, dan Dandadan.

Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa tenaga kreatif dari Malang dapat mengambil bagian dalam proses produksi animasi untuk industri internasional. Pekerjaan dalam produksi anime tidak hanya melibatkan animator utama, tetapi juga berbagai bidang teknis, seperti compositing, pewarnaan, dan pengerjaan gambar di antara dua pose utama atau in-between animation.

Jiva Animation juga mengembangkan karya orisinal. Salah satunya The Unforgettable Journey of Lala, yang mengikuti perjalanan seorang gadis desa menjelajahi Indonesia untuk memenuhi janji kepada mendiang ibunya.

Langkah mengembangkan kekayaan intelektual atau intellectual property sendiri penting bagi studio animasi. Dengan memiliki karakter dan cerita orisinal, studio tidak hanya mengandalkan jasa produksi untuk klien, tetapi juga berpeluang membangun merek, memperluas distribusi, dan mengembangkan produk turunan.

Mocca Studio Menggarap Animasi dan Game untuk Pasar Dunia

Kiprah industri animasi Malang juga terlihat melalui Mocca Studio, yang berdiri sejak 2013. Studio ini mengerjakan produksi animasi 2D dan 3D, mulai dari pengembangan karakter, pemodelan, tekstur, hingga penyelesaian gambar.

Dalam profil resminya, Mocca Studio menyebut telah menyelesaikan lebih dari 150 proyek dan mengembangkan sembilan kekayaan intelektual orisinal. Karyanya mencakup serial, film panjang, dan game untuk studio serta penyiar di berbagai negara.

Sumber: diolah dari berbagai sumber