2 tahun Disway Malang

Universitas Kepanjen Siapkan Lulusan Siap Kerja, 100 Wisudawan Daftar Program ke Luar Negeri

Universitas Kepanjen Siapkan Lulusan Siap Kerja, 100 Wisudawan Daftar Program ke Luar Negeri

Ketua Yayasan Pemkab Malang (Yayasan Pendidikan Kabupaten Malang / Yayasan Universitas Kepanjen) Prof Bambang Suryanto SE MM MSi PhD, saat ditemui diruangannya, Selasa 27/10/2026-agsant/diswaymalang-

KEPANJEN, DISWAYMALANG.ID--Sebanyak 100 dari sekitar 350 wisudawan Universitas Kepanjen mendaftar program kerja ke luar negeri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya kampus menyiapkan lulusan yang tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan untuk memasuki dunia kerja.

Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Kepanjen Bambang Suryanto mengatakan, perguruan tinggi harus mampu menjembatani pendidikan dengan kebutuhan industri. Karena itu, kampus mengembangkan pembelajaran praktis, program Kuliah Sambil Magang (KSM), serta kolaborasi dengan dunia usaha untuk memperkuat kompetensi mahasiswa.

Hal itu disampaikan Bambang Suryanto kepada Disway Malang, saat membahas arah pendidikan di tengah perkembangan teknologi digital dan perubahan kebutuhan masyarakat, Selasa (27/10/2026).

Menurut dia, pendidikan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori. Perguruan tinggi juga dituntut mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja maupun kewirausahaan.

Menurut Bambang, pendidikan harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Selain memperoleh pengetahuan, mahasiswa perlu dipersiapkan agar memiliki kemampuan untuk bekerja, membangun usaha, serta meningkatkan taraf hidup.

“Pendidikan itu harus menjawab tantangan masyarakat. Yang pertama, mereka menjadi pekerja yang siap bekerja,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan, proses pendidikan perlu disertai pembelajaran praktis, pelatihan, dan pengalaman langsung. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami materi perkuliahan, tetapi juga mampu menerapkannya ketika memasuki dunia kerja.

Karena itu, Universitas Kepanjen mengembangkan pendekatan pembelajaran yang melibatkan praktisi. Para dosen yang memiliki pengalaman profesional diharapkan dapat membagikan pengetahuan dan keterampilan sesuai bidangnya kepada mahasiswa.

Bambang menilai, keterhubungan antara perguruan tinggi dan dunia usaha menjadi salah satu faktor penting dalam menyiapkan lulusan yang kompeten.

Untuk mendukung hal tersebut, Universitas Kepanjen menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), serta pelaku usaha.

Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memahami kebutuhan industri sekaligus memperoleh gambaran mengenai kompetensi yang diperlukan untuk bersaing di pasar kerja.

Pendidikan Harus Membuka Peluang Kerja

Bambang menegaskan, tanggung jawab perguruan tinggi tidak berhenti pada pemberian ilmu pengetahuan. Lembaga pendidikan juga perlu berupaya menghubungkan kompetensi lulusan dengan peluang kerja yang tersedia.

Salah satu pendekatan yang dikembangkan Universitas Kepanjen adalah program kuliah sambil magang atau KSM. Program ini memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan sekaligus mendapatkan pengalaman kerja, termasuk melalui kesempatan magang di luar negeri.

Bagi Bambang, pengalaman kerja menjadi bagian penting dari proses pendidikan karena mahasiswa dapat belajar menghadapi situasi nyata di lingkungan profesional.

Sumber:

Berita Terkait