18.383 Siswa SMA/SMK di Kota Malang Ikuti TKA, Ini Tantangan yang Dihadapi

18.383 Siswa SMA/SMK di Kota Malang Ikuti TKA, Ini Tantangan yang Dihadapi

Pelaksanaan Ujian TKA--

KEDUNGKANDANG, DISWAYMALANG.ID — Sebanyak 18.383 siswa SMA/MA/SMK di Kota Malang mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) mulai Senin (26/10/2026). Dalam persiapan ujian, sekolah mencatat sejumlah tantangan yang dihadapi siswa, terutama dalam mengatur waktu dan menyaring informasi pada soal penalaran tingkat lanjut.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), peserta TKA terdiri atas 8.469 siswa SMA/MA dan 9.913 siswa SMK. Mereka berasal dari 123 sekolah, meliputi 72 SMA/MA dan 51 SMK.

Kepala SMA Negeri 2 Kota Malang Eny Retno DW mengatakan hasil evaluasi geladi bersih menunjukkan pelaksanaan secara umum berjalan lancar. Meski begitu, kesiapan siswa masih menjadi perhatian, terutama ketika menghadapi soal yang membutuhkan kemampuan penalaran.

Menurutnya, sejumlah siswa membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami dan memilah informasi dalam soal. Kondisi tersebut membuat pengerjaan soal menjadi kurang efisien dan berpotensi menyebabkan siswa kehabisan waktu.

BACA JUGA:82 Kucing Ikuti Kontes di UB Malang, Harga Kucing Ras Bisa Tembus Rp30 Juta

Sekolah berupaya mengantisipasi persoalan tersebut melalui penguatan strategi pengerjaan soal dalam program persiapan yang sedang berjalan. Selain kemampuan akademik, siswa juga diingatkan menjaga kondisi fisik agar tetap fokus selama ujian.

Geladi bersih TKA telah dilaksanakan pada 5–18 Oktober 2026. Dalam pelaksanaannya, ditemukan kendala teknis ringan, seperti perangkat yang membutuhkan pembaruan sistem. Namun, kendala tersebut disebut tidak sampai mengganggu jalannya kegiatan.

BACA JUGA:Lahir di Jakarta, Berkarier di Eropa! Reno Munz Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Pelaksanaan TKA di Kota Malang dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 26–29 Oktober 2026, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan pada 2–5 November 2026.

Pada hari pertama, siswa mengerjakan Bahasa Indonesia yang terintegrasi dengan literasi dan survei karakter selama sekitar 105 menit. Hari kedua diisi Bahasa Inggris dan survei lingkungan dengan durasi sekitar 105 menit.

Selanjutnya, pada hari ketiga siswa mengerjakan Matematika yang terintegrasi dengan numerasi selama sekitar 80 menit. Hari keempat digunakan untuk mengerjakan mata pelajaran pilihan dengan durasi sekitar 125 menit.

Sekolah juga mengingatkan siswa agar tidak memaksakan diri belajar hingga kelelahan. Kondisi fisik dan mental yang terjaga dinilai penting agar siswa dapat mengerjakan soal secara optimal. 

Sumber:

Berita Terkait