Sukses Andre Caldas, Pelatih Sementara Arema yang Hobi Gaya Menyerang dengan Format 4-3-3
Andre Caldas (kanan) bersama Marcos Santos--aremafc
MALANG, DISWAYMALANG.ID--Sukses Arema FC melumat Dewa United dengan skor 4-0 dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) musim 2026/2027, Minggu (25/10/2026) jelas membuat lega Andre Caldas Costa. Pria asal Brasil ini mampu menjawab kepercayaan manajemen Arema FC yang menunjukknya jadi pelatih sementara klub berjuluk Singo Edan itu.
Andre Caldas ditunjuk memimpin Arkhan Fikri dan kawan-kawan setelah Arema FC memecat Marcos Santos. Pelatih yang terakhir ini dipecat menyusul hasil buruk Arema FC dalam enam pertandingan awal ISL 2026/2027. Yakni, 2 kali kalah, 3 kali seri dan sekali menang. Dua kekalahan beruntun pada pekan ke-5 dan ke-6, masing-masing dari Garudayaksa FC dan Persija, membuat Marcos Santos diputus kontraknya di tengah jalan. Apalagi kekalahan dari Persija sangat telak; 1-5.
BACA JUGA:Mbois, Arema FC Akhirnya Kembali Menang, Skornya Top, Lumat Dewa United 4-0
Bukti Sang Asisten
Begitu memecat Marcos Santos, manajemen Areka FC menunjuk Andre Caldas sebagai pelatih interim Arema. Ia sebelumnya adalah asisten Marcos Santos, sehingga dinilai bisa langsung nyetel dengan skuad Arema FC.
Caldas langsung dihadapkan pada situasi pelik: meramu tim di tengah jadwal kompetisi yang padat, rentetan lima laga tanpa kemenangan, serta tekanan ekspektasi suporter yang tinggi. Dan, lawan pertama yang harus dihadapi Caldas sebagai pelatih tidak main-main: Dewa United, tim yang sebelum ini tidak pernah kalah.
Namun, pelatih berusia 38 tahun ini mampu menjawab dengan hasil mbois. Dia membawa pasukannya meraih tiga poin pada pertandingan pekan ke-7 ISL dengan rekor top; melibas Dewa United empat gol tanpa balas.
Dalam pernyataannya yang dilansir dari aremafc.com, Caldas tidak menampik bahwa transisi kepelatihan di tengah musim bukanlah perkara mudah. Namun, pelatih yang sebelumnya mendampingi Marcos Santos selama dua tahun tersebut memilih melihat situasi sulit ini sebagai peluang besar untuk melakukan pembenahan fundamental.
Untuk membuat Arema kembali menjadi klub besar, kata ia, masih banyak hal yang perlu kami benahi dan tingkatkan sebagai sebuah organisasi. "Dalam waktu dekat, kalian akan melihat sejumlah perubahan di Arema, dan banyak gagasan tersebut berasal dari Coach Marcos," ungkap Andre Caldas.

Andre Caldas Costa--aremafc
BACA JUGA:Menit ke-64, Arema FC Unggul 3-0 Atas Dewa United! Careca Cetak Brace
Sepakbola Menyerang
Dalam situs transfermarkt tentang profil Andre Caldas, disebutkan, ia menyukai gaya sepakbola menyerang dengan formasi 4-3-3. Kesukaannya itu ia buktikan dalam laga lawan Dewa United di Stadion Kanjuruhan, Minggu (25/10/2026) sore itu. Dengan memasang trio Brasil Careca, Gabriel Silva dan Marcos Vinicius di lini serang, ditopang Betinho, Arkhan Fikri dan Matheus Blade di tengah, serta deretan bek Achmad Maulana, Hansamu Yama, Diego Landis dan Leo Guntara plus kiper Syahrul Trisna, ia sukses membawa Arema FC efektif dalam menyerang dan mampu mencetak empat gol.
Dengan mengandalkan prinsip kerja sama, komunikasi terbuka, dan penanaman rasa percaya diri (belief) kepada para pemain, Caldas bertekad membuktikan bahwa Singo Edan masih memiliki taring untuk bangkit dari keterpurukan. (*)
Sumber:










