2 tahun Disway Malang

Link Twibbon Hari Santri 2026 PBNU, Ini Cara Unduh dan Makna Temanya

Link Twibbon Hari Santri 2026 PBNU, Ini Cara Unduh dan Makna Temanya

Twibbon Hari Santri 2026. -dok pbnu/nu online--

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merilis Twibbon Hari Santri 2026 untuk menyemarakkan peringatan 22 Oktober. Desainnya didominasi warna hijau. Twibbon tersebut memuat logo NU, logo Hari Santri 2026, serta tema yang diusung PBNU tahun ini.

Warga Nahdliyin dan masyarakat umum bisa menggunakan twibbon tersebut untuk memperingati Hari Santri melalui media sosial. Caranya cukup menyiapkan foto terbaik, membuka tautan resmi, lalu mengikuti petunjuk untuk memasang foto pada desain.

Link Twibbon Hari Santri 2026 PBNU:

https://twb.nz/hari-santri-2026pbnu

Twibbon ini membawa pesan tentang pentingnya menjaga tradisi pesantren sekaligus merawat persatuan bangsa. Pesan tersebut sejalan dengan tema Hari Santri 2026 yang diusung PBNU, yakni “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”. 

BACA JUGA:50 Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Ini Link dan Cara Pasang Foto, Juga 10 Ucapan untuk Medsos

Cara Menggunakan Twibbon Hari Santri 2026

Masyarakat dapat mengikuti langkah-langkah berikut untuk memasang foto pada Twibbon Hari Santri 2026 dari PBNU.

  1. Buka tautan https://twb.nz/hari-santri-2026pbnu.
  2. Ikuti petunjuk yang tersedia pada halaman twibbon.
  3. Pilih foto yang ingin digunakan.
  4. Sesuaikan posisi dan ukuran foto dengan bingkai.
  5. Periksa hasilnya sebelum menyelesaikan proses.
  6. Unduh hasil twibbon jika tersedia pilihan unduh.
  7. Bagikan ke media sosial untuk menyemarakkan Hari Santri 2026.

Pilih foto dengan pencahayaan yang baik agar hasilnya terlihat jelas. Pastikan wajah tidak tertutup elemen desain. Hasil twibbon dapat dibagikan melalui WhatsApp, Instagram, Facebook, maupun platform media sosial lainnya.

BACA JUGA:Hari Santri 2026 di Tebuireng, PBNU Bacakan Resolusi Jihad dan Gelar Teater Perjuangan

Tema Hari Santri 2026 PBNU: Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri

Sekretaris Jenderal PBNU H Gudfan Arif, yang akrab disapa Gus Gudfan, mengingatkan agar perkembangan zaman tidak membuat santri kehilangan akar keilmuan dan tradisi pesantren.

Menurutnya, santri perlu menguasai ilmu pengetahuan dan mengikuti perubahan zaman. Namun, adab, sanad keilmuan, serta nilai-nilai yang diwariskan para masyayikh harus tetap menjadi pegangan.

Tradisi pesantren bukan penghalang kemajuan. Sebaliknya, tradisi yang kuat menjadi bekal untuk menghadapi tantangan baru tanpa kehilangan jati diri.

Frasa “Menjaga Keutuhan Negeri” juga mengandung pesan kebangsaan. Santri memiliki tanggung jawab untuk merawat persaudaraan, menjaga kebinekaan, dan memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peran santri tidak terbatas pada penguasaan ilmu agama atau kehidupan di lingkungan pesantren. Mereka juga diharapkan berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara dengan tetap berpegang pada nilai keislaman dan kebangsaan. 

Sumber: nu online

Berita Terkait