2 tahun Disway Malang

Gus Baha: Ilmu Tauhid Harus Didahulukan sebelum Wirid, Iman Perlu Logika

Gus Baha: Ilmu Tauhid Harus Didahulukan sebelum Wirid, Iman Perlu Logika

Ilustrasi Gus Baha dalam sebuah pengajian memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad saw 1446 H di Masjid Istiqlal pada Januari 2025. -tangkapan layar Youtube Istiqlal--

MALANG, DISWAYMALANG.ID – KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menjelaskan pentingnya ilmu sebelum wirid. Ulama ahli tafsir asal Rembang, Jawa Tengah, ini menekankan bahwa iman tidak cukup hanya dengan mengikuti kebiasaan. Iman juga perlu dipahami melalui ilmu dan logika.

Dalam pengajiannya, pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA tersebut mengingatkan pentingnya belajar sebelum memperbanyak amalan. Ia mengutip kebiasaan ulama terdahulu dalam mendidik murid.

“Ulama dulu itu enggak boleh muridnya wiridan sebelum ngaji,” tuturnya.

Menurut kiai yang dikenal luas melalui pengajian tafsir Al-Qur’an ini, ilmu menjadi dasar untuk memahami keyakinan. Seseorang perlu berpikir sebelum menentukan apa yang diyakininya.

“Karena apa? Ilmu itu dimulai dari berpikir. Baru bisa menentukan Tuhan,” katanya.

Logika Membantu Memahami Tauhid

Dalam menjelaskan tauhid, Gus Baha menggunakan analogi matematika. Ahli tafsir yang dikenal dengan penjelasan sederhana dan bernalar ini mengajak jamaah memahami hubungan antara angka dan bilangan asalnya.

Ia menerangkan bahwa angka dua, tiga, dan empat tidak bisa dilepaskan dari angka satu sebagai dasar hitungan.

“Nisbatnya isnain, tsalatsah, arba’ah tetap nisbatnya ilal wahid,” jelasnya.

Analogi tersebut digunakan untuk mengajak jamaah memahami hubungan antara berbagai hal dan asal keberadaannya. Dalam penjelasan ulama yang juga dikenal menguasai khazanah fikih ini, pembahasan ilmu pada akhirnya dapat mengantarkan manusia untuk mengenal Allah.

“Enggak mungkin sesuatu yang tidak wujud menciptakan yang wujud,” ujarnya.

Gus Baha juga menekankan bahwa ilmu seharusnya menguatkan keyakinan. Bukan justru membuat seseorang berhenti berpikir.

“Semua ilmu itu mengarah tauhid,” katanya.

Bagi mufasir yang kerap menguraikan persoalan agama melalui contoh sehari-hari ini, logika bukan lawan iman. Logika dapat membantu manusia memahami tanda-tanda kekuasaan Allah.

“Umatnya Nabi itu orang yang paling bisa berlogika, terutama ulama-ulamanya, karena mewarisi dari para nabi,” tuturnya.

Manusia Tak Sepenuhnya Paham Cara Kerja Tubuhnya

Sumber: youtube peci hitam

Berita Terkait