Rektor Universitas Kepanjen Ingatkan 313 Wisudawan: Sukses Jangan Lupakan Orang Tua

Rektor Universitas Kepanjen Ingatkan 313 Wisudawan: Sukses Jangan Lupakan Orang Tua

Rektor, Wakil Rektor, beserta jajaran Universitas Kepanjen-agsant/diswaymalang-

KEPANJEN, DISWAYMALANG.ID--Wisuda bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi. Bagi Rektor Universitas Kepanjen Tri Nurhudi Sasono, momen tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengingatkan para lulusan bahwa keberhasilan karier harus berjalan beriringan dengan empati, tanggung jawab, dan penghormatan kepada orang tua.

Pesan itu disampaikan Tri dalam Wisuda ke-26 Universitas Kepanjen, Rabu (21/10/2026) di Ijen Suites Resort & Convention Malang. Sebanyak 313 wisudawan dari program S1 Keperawatan, Profesi Ners, D-3 Keperawatan, dan Administrasi Rumah Sakit mengikuti prosesi tersebut.

Di hadapan para lulusan, Tri mengingatkan agar kesuksesan tidak membuat mereka melupakan orang-orang yang telah mendukung perjalanan pendidikan. Bukan hanya orang tua kandung, tetapi juga guru, dosen, dan almamater yang ikut membentuk karakter serta kompetensi mereka.

Pesan tersebut bukan sekadar nasihat seremonial. Tri mengaitkannya dengan pengalaman pribadi saat harus menentukan prioritas antara agenda pekerjaan dan merawat ibunya yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Dia bercerita, ketika hendak berangkat ke Manado untuk menghadiri agenda bersama para pimpinan perguruan tinggi, dirinya sempat berencana berangkat bersama rombongan rektor lain pada Kamis.

Namun, rencana tersebut berubah setelah menerima kabar dari tantenya yang mendampingi sang ibu. Tri kemudian menyadari bahwa kehadiran seorang anak tidak selalu bisa digantikan dengan bantuan orang lain, termasuk ketika kebutuhan orang tua tampak sederhana.

BACA JUGA:Universitas Kepanjen Gandeng AITTA Jatim, Buka Peluang Mahasiswa ke Industri dan Kerja Luar Negeri

Dia sempat meminta bantuan seorang alumni yang bekerja di Rumah Sakit Lavalette untuk mendampingi ibunya. Bahkan, dia telah menyiapkan biaya jika diperlukan untuk kebutuhan perawatan.

Namun, pengalaman itu memberinya pemahaman yang lebih dalam.

Menurut Tri, orang tua yang sedang sakit tidak selalu membutuhkan materi atau bantuan biaya. Ada kebutuhan untuk diperhatikan secara langsung, mulai dari diolesi minyak kayu putih hingga dibantu mengganti popok.

Kesadaran itu membuatnya mengubah rencana perjalanan dan berangkat ke Manado pada Jumat. Pada hari yang sama, dia menerima kabar bahwa ibunya sudah diperbolehkan pulang pada malam harinya.

“Yang dibutuhkan orang tua ternyata tidak hanya materi. Ada perhatian dan kepedulian yang tidak bisa sepenuhnya digantikan orang lain,” demikian inti pelajaran yang dibagikan Tri kepada para wisudawan.

Sukses Bukan Hanya Soal Jabatan dan Penghasilan

Pengalaman tersebut kemudian dia hubungkan dengan nilai-nilai yang dikembangkan Universitas Kepanjen melalui konsep “Kepanjen KEREN".

BACA JUGA:Tutup PKKMB 2026, Sekda Budiar Dorong Universitas Kepanjen Cetak SDM Andal

Sumber:

Berita Terkait