66 Persen Situs Streaming Ilegal Berisiko Tinggi, Premier League Ungkap Ancaman Siber

66 Persen Situs Streaming Ilegal Berisiko Tinggi, Premier League Ungkap Ancaman Siber

Premier League menunjukkan data 66 persen situs penyedia link live streaming ilegal berisiko tinggi----

MALANG, DISWAYMALANG.ID – Menonton pertandingan sepak bola melalui situs streaming ilegal bukan hanya berisiko melanggar hak cipta. Penggemar juga berpotensi menghadapi penipuan daring, pencurian data pribadi, hingga serangan malware yang mengancam perangkat dan akun mereka.

Peringatan tersebut disampaikan Premier League melalui kampanye Boot Out Piracy yang menyasar penggemar sepak bola, termasuk di Indonesia. Kampanye ini mengajak masyarakat meninggalkan layanan streaming ilegal dan beralih ke saluran resmi agar dapat menikmati pertandingan dengan lebih aman.

Kampanye itu diperkuat penelitian independen yang dilakukan pakar keamanan siber Profesor Paul Watters. Hasilnya menunjukkan, 66 persen situs pembajakan yang diteliti masuk kategori berisiko siber signifikan atau kritis. Risiko rata-rata situs tersebut juga tercatat 17,3 kali lebih tinggi dibandingkan situs web pada umumnya.

Selain itu, penelitian tersebut menemukan 54 persen situs yang dianalisis menunjukkan aktivitas mencurigakan terkait penipuan, phishing, atau perilaku berbahaya lainnya. Sebanyak 44 persen situs juga mengekspos pengguna pada iklan berbahaya dan jalur yang berpotensi mengarah pada penipuan.

Temuan tersebut menjadi pengingat bagi penggemar sepak bola agar tidak hanya mempertimbangkan harga atau kemudahan saat memilih layanan menonton pertandingan. Situs yang menawarkan siaran gratis tanpa kejelasan legalitas dapat menyimpan risiko yang tidak terlihat ketika pertama kali diakses.

Premier League Gandeng Pemain Bintang dalam Kampanye Anti-Pembajakan

Kampanye Boot Out Piracy melibatkan sejumlah pemain Premier League. Mereka antara lain kapten Liverpool Virgil van Dijk, penyerang Manchester United Bryan Mbeumo, dan pemain Arsenal Eberechi Eze.

Ketiganya tampil dalam video edukasi untuk menjelaskan bahaya yang dapat muncul ketika penggemar mengakses layanan streaming ilegal. Ancaman tersebut meliputi penipuan phishing, infeksi malware, pencurian identitas, hingga penyalahgunaan informasi keuangan.

Di Indonesia, kampanye ini dijalankan bersama Vidio sebagai mitra penyiaran resmi Premier League. Melalui edukasi tersebut, penggemar diharapkan memahami bahwa pembajakan digital bukan sekadar persoalan hak cipta, tetapi juga berkaitan dengan perlindungan konsumen dan keamanan data.

Director of Legal – Enforcement Premier League Stefan Sergot menjelaskan, layanan streaming ilegal kerap dipandang sebagai cara gratis dan tidak berbahaya untuk menonton sepak bola.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa layanan semacam itu dapat membuka peluang bagi pelaku kejahatan siber untuk menargetkan pengguna.

Melalui Boot Out Piracy, Premier League ingin meningkatkan kesadaran terhadap risiko tersebut sekaligus mendorong penggemar menonton pertandingan melalui layanan resmi.

Lebih dari 29 Ribu Domain Terkait Pembajakan Diblokir di Indonesia

Upaya memerangi pembajakan digital juga dilakukan melalui pemblokiran situs dan penegakan hukum. Premier League menyebut lebih dari 29.000 domain yang menyediakan akses ke konten ilegal Premier League telah diblokir di Indonesia.

Angka tersebut merupakan bagian dari upaya pemberantasan pembajakan di kawasan Asia Pasifik. Premier League menyatakan telah terlibat dalam pemblokiran hampir 40.000 situs dan aplikasi di kawasan tersebut sejak memulai upaya pemblokiran sekitar tujuh tahun sebelumnya.

Pada musim sebelumnya, lebih dari 15.000 daftar layanan bajakan juga dilaporkan telah dihapus dari marketplace daring dan platform media sosial di kawasan Asia Pasifik.

Sumber: harian disway dan sumber lainnya

Berita Terkait