Karhutla Gunung Arjuno Belum Padam, Tim Gabungan Terus Upayakan Pemadaman Manual
Kobaran api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Arjuno terjadi di banyak titik. Foto diambil dari Ngijo, Karangploso. -ist-
BATU, DISWAYMALANG.ID — Kobaran api yang menerjang kawasan Pegunungan Arjuno–Welirang di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Raden Soerjo sejak Rabu (15/10/2026) hingga kini masih terus menjadi perhatian serius, kebakaran semakin meluas. Tim gabungan dari berbagai unsur terus berjibaku di lapangan demi memadamkan titik-titik api yang meluas akibat angin kencang dan tingginya vegetasi kering di kawasan lereng gunung.
Upaya penanganan terus dioptimalkan oleh BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Pasuruan, BPBD Malang, petugas Tahura, TNI-Polri, hingga ratusan relawan masyarakat setempat. Medan terjal dengan kemiringan curam serta kencangnya hembusan angin di ketinggian menjadi tantangan utama yang harus dihadapi personel di garis depan.
Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Agustiningtyas Marini, Rabu (21/102026), mengonfirmasi bahwa pergerakan tim di lapangan difokuskan untuk menyisir dan melokalisasi pergerakan si Jago Merah agar tidak makin menjalar ke area yang lebih luas.
"Pemadamkan api masih terus berlangsung di sejumlah lokasi strategis kawasan," ungkap Agustiningtyas Marini saat memberikan keterangan mengenai kondisi pemadaman di area Tahura.
Di sisi lain, pemadaman jalur darat tetap menjadi tumpuan utama petugas. Pembuatan sekat bakar (firebreak) serta pemukulan api secara manual (gepyok) gencar dilakukan di area-area yang masih bisa dijangkau oleh personel pendukung.
Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng menegaskan, seluruh personel gabungan yang dikerahkan berkomitmen penuh untuk menyisir sisa-sisa bara api hingga kondisi kawasan benar-benar dipastikan aman dan kondusif.
"Kami tetap melaksanakan pemadaman secara manual sampai api benar-benar padam," tegas Sugeng saat menjelaskan skema penanganan kebakaran di lereng Arjuno.
Selain fokus pada penjinakan api, keselamatan seluruh anggota tim yang bertugas di medan ekstrem juga menjadi prioritas utama. Pasalnya, pergeseran arah angin yang cepat di area puncak dapat membahayakan posisi para relawan dan petugas pemadam.
"Koordinasi akan terus dilakukan bersama BPBD Jatim. Yang terpenting adalah antisipasi keselamatan personel di lapangan, jangan sampai ada korban jiwa dalam proses pemadaman ini," lanjut Sugeng.
Jalur Pendakian Ditutup Total & Dampak ke Permukiman
Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini juga berimbas langsung pada aktivitas wisata outdoor. Pihak pengelola Tahura Raden Soerjo memastikan seluruh pintu masuk pendakian menuju puncak Gunung Arjuno maupun Gunung Welirang ditutup total untuk jangka waktu yang belum ditentukan demi keamanan publik.
Sementara itu, warga yang bermukim di desa-desa lereng gunung diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Selain ancaman penyebaran asap, sebagian pipa saluran air bersih warga yang melintasi area hutan sempat terdampak hawa panas dan jilatan api.
Masyarakat disarankan untuk membatasi aktivitas di area yang terikat langsung dengan jalur sebaran asap serta segera melaporkan jika menemukan titik asap baru di sekitar pemukiman mereka.
Sumber:









