2 tahun Disway Malang

Gus Baha Jelaskan Kesaksian Manusia di Alam Azali: Alastu Birabbikum?

Gus Baha Jelaskan Kesaksian Manusia di Alam Azali: Alastu Birabbikum?

Ilustrasi Gus Baha dalam sebuah pengajian di Lirboyo, Kediri. -youtube simpedia--

MALANG, DISWAYMALANG.ID – Apakah manusia sudah pernah bersaksi kepada Allah sebelum menjalani kehidupan di dunia? Dalam pengajiannya, Gus Baha menghubungkan pertanyaan tersebut dengan alam azali, penciptaan Nabi Adam, dan kesaksian manusia tentang keesaan Allah.

KH Ahmad Bahauddin Nursalim, pengasuh Pondok Pesantren LP3IA Narukan, Rembang, menjelaskan bahwa keberadaan manusia sekarang tidak bisa dilepaskan dari penciptaan dan kekuasaan Allah. Ia juga menguraikan hubungan pembahasan tersebut dengan ayat Al-Qur’an tentang kesaksian manusia kepada Allah.

Gus Baha kemudian mengaitkan persoalan itu dengan kehidupan akhirat, termasuk hubungan iman dengan syafaat. Dalam penjelasannya, ia mengingatkan pentingnya memahami ayat sesuai konteks, bukan mengambil satu bagian lalu mengabaikan keterangan lain yang berkaitan.

Gus Baha: Bayangkan Nabi Adam Menjadi Asal Keturunan Manusia

Gus Baha mengajak jemaah membayangkan jumlah manusia yang kelak dibangkitkan di Padang Mahsyar. Jumlahnya bisa mencapai miliaran manusia. Namun, bagi Allah, membangkitkan kembali manusia bukanlah perkara sulit.

Ia lalu membandingkan penciptaan manusia pertama dengan penciptaan keturunannya. “Bayangkan Nabi Adam itu satu manusia,” demikian inti ilustrasi yang disampaikan Gus Baha dalam pengajiannya.

Menurut penjelasan tersebut, Nabi Adam menjadi asal keturunan manusia yang datang kemudian. Gus Baha mengajak jemaah memikirkan bagaimana dari satu manusia, keturunannya berkembang hingga jumlah yang sangat besar.

Ia membandingkan kemampuan manusia yang terbatas dengan kuasa Allah dalam mengatur penciptaan. Manusia mungkin menganggap proses tersebut rumit, tetapi ukuran kesulitan manusia tidak bisa digunakan untuk menilai kuasa Allah.

Gus Baha juga menghubungkan pembahasan itu dengan keyakinan bahwa manusia yang dibangkitkan kelak bukan sesuatu yang mustahil bagi Allah. Tubuh manusia yang telah menjadi debu tidak menghalangi kekuasaan-Nya untuk menghidupkan kembali makhluk.

Alastu Birabbikum, Kesaksian Manusia kepada Allah

Pembahasan berikutnya mengarah pada Surah Al-A’raf ayat 172. Ayat ini menjelaskan kesaksian keturunan Adam ketika Allah bertanya, “Alastu birabbikum?” yang berarti, “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”

Jawabannya adalah “Qalu bala,” yakni, “Betul, Engkau adalah Tuhan kami.”

Gus Baha menghubungkan ayat tersebut dengan pembahasan alam azali dan kesaksian manusia kepada Allah. Ia menjelaskan bahwa pengakuan manusia terhadap Allah bukan sekadar persoalan ucapan yang muncul setelah seseorang lahir ke dunia.

Dalam transkrip pengajian, Gus Baha menguraikan bahwa keberadaan manusia saat ini berkaitan dengan asal penciptaannya. Ia menyinggung bagaimana materi yang menjadi bagian dari keberadaan manusia diturunkan melalui generasi, hingga kembali pada Nabi Adam.

Sumber: youtube kajian gus baha 917

Berita Terkait