Kerokan Bikin Badan Lega saat Masuk Angin? Ini Penjelasan Medis dan Risikonya
Ilustrasi kerokan --Alodokter
MALANG, DISWAYMALANG.ID – Kerokan masih menjadi pilihan sebagian masyarakat Indonesia ketika tubuh terasa pegal, meriang, kembung, atau tidak enak badan. Meski kerap dianggap mampu mengeluarkan angin dari dalam tubuh, perubahan warna kulit setelah Kerokan sebenarnya memiliki penjelasan medis.
Praktik tradisional ini dilakukan dengan menggosok kulit menggunakan benda tumpul, seperti koin, yang biasanya diberi minyak atau balsem. Sebagian orang merasakan tubuh lebih hangat dan nyaman setelahnya, tetapi rasa lega tersebut tidak berarti penyakit yang mendasari keluhan telah sembuh.
Istilah masuk angin sendiri bukan diagnosis medis yang spesifik. Keluhan yang disebut masuk angin dapat berkaitan dengan berbagai kondisi, mulai dari kelelahan dan gangguan pencernaan hingga infeksi saluran pernapasan. Karena itu, penyebabnya perlu dilihat berdasarkan gejala yang dialami.
BACA JUGA: 5 Masalah Kesehatan yang Perlu Diwaspadai saat Musim Kemarau
Lantas, mengapa tubuh bisa terasa lebih nyaman setelah kerokan? Berikut penjelasan medis mengenai efek, bekas kemerahan, dan risiko yang perlu diperhatikan.
1. Gesekan Dapat Meningkatkan Aliran Darah Lokal
Saat kulit digosok berulang kali, rangsangan mekanis dapat meningkatkan aliran darah di area yang dikerok. Sensasi hangat dari minyak atau balsem yang digunakan juga bisa membuat tubuh terasa lebih nyaman.
Sejumlah penelitian tentang kerokan dan teknik serupa, seperti gua sha, menunjukkan adanya perubahan aliran darah lokal. Namun, bukti ilmiah mengenai efektivitas kerokan untuk mengatasi berbagai penyakit masih terbatas. Tinjauan penelitian yang diterbitkan pada 2025 juga menyebutkan bahwa manfaat dan keamanannya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
2. Garis Merah Bukan Tanda Angin Keluar
Bekas merah hingga keunguan yang muncul setelah kerokan bukanlah bukti bahwa angin keluar melalui pori-pori kulit. Perubahan warna tersebut berkaitan dengan respons pembuluh darah kecil terhadap gesekan dan tekanan.
BACA JUGA: 5 Rekomendasi Sunscreen High SPF Terbaik untuk Perlindungan Maksimal Cuaca Terik-cuaca-terik
Pada kondisi tertentu, tekanan yang cukup kuat dapat menyebabkan pembuluh kapiler mengalami kerusakan kecil sehingga darah merembes ke jaringan di bawah kulit. Akibatnya, muncul bintik kemerahan atau memar. Semakin gelap bekas kerokan, bukan berarti semakin banyak angin yang berhasil dikeluarkan.
3. Kerokan Terlalu Keras Dapat Melukai Kulit
Kerokan tidak sepenuhnya bebas risiko. Gesekan yang terlalu kuat atau berulang pada area yang sama dapat menyebabkan nyeri, memar, lecet, hingga luka terbuka.
Sumber: diolah dari berbagai sumber










