2 tahun Disway Malang

Hari Pangan Sedunia 16 Oktober, Produksi Beras Malang Raya Hampir 149 Ribu Ton

 Hari Pangan Sedunia 16 Oktober, Produksi Beras Malang Raya Hampir 149 Ribu Ton

Hari Pangan Sedunia 16 Oktober 2026, konteksnya dengan Malang Raya. -Ilustrasi: gemini--

MALANG, DISWAYMALANG.ID – Malang Raya memiliki potensi pangan yang tak bisa dipandang sebelah mata. Data produksi 2025 menunjukkan, hasil beras dari Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu jika dijumlahkan mencapai sekitar 149 ribu ton.

Angka itu menjadi salah satu gambaran penting saat Hari Pangan Sedunia diperingati pada Jumat, 16 Oktober 2026. Namun, ketahanan pangan tidak hanya diukur dari banyaknya hasil panen. Ketersediaan pangan bergizi, keterjangkauan harga, dan kesejahteraan petani juga menjadi bagian penting.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi beras Kabupaten Malang pada 2025 mencapai 142.258,93 ton. Kota Malang menghasilkan 4.759,62 ton beras. Sementara itu, produksi beras Kota Batu diperkirakan mencapai 1.969,04 ton. Jika dijumlahkan, totalnya sekitar 148.987,59 ton. Angka Kota Batu masih berupa perkiraan.

Sejarah Hari Pangan Sedunia

Hari Pangan Sedunia atau World Food Day diperingati setiap 16 Oktober. Tanggal ini dipilih untuk memperingati berdirinya Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) pada 16 Oktober 1945.

Peringatan ini kemudian menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran tentang kelaparan, gizi, dan pentingnya membangun sistem pangan yang berkelanjutan. Isunya bukan sekadar memastikan makanan tersedia, tetapi juga memastikan setiap orang dapat mengakses pangan yang cukup, aman, dan bergizi.

Pada 2026, FAO mengangkat tema “Innovate Today. Nourish Tomorrow”, yang berarti inovasi hari ini untuk memberi pangan bagi masa depan. Tema tersebut menekankan peran sains, teknologi, pengetahuan lokal, dan pendekatan inklusif dalam memperkuat sistem pangan.

Cabai Rawit Kabupaten Malang Tembus 89 Ribu Ton

Potensi pangan Malang Raya tidak hanya bertumpu pada beras. Kabupaten Malang juga menghasilkan beragam sayuran yang menjadi bagian dari kebutuhan konsumsi masyarakat.

Data BPS Kabupaten Malang mencatat produksi cabai rawit pada 2025 mencapai 89.521,63 ton. Produksi kubis mencapai 68.088,71 ton, sedangkan labu siam mencapai 61.968,37 ton. Produksi bawang merah juga tercatat sebanyak 46.611 ton.

Data tersebut memperlihatkan besarnya peran pertanian Kabupaten Malang dalam menghasilkan komoditas pangan. Namun, angka produksi belum otomatis menunjukkan berapa banyak pangan yang dikonsumsi warga setempat atau seberapa stabil harganya di pasar.

Hasil panen harus melewati proses distribusi sebelum sampai ke konsumen. Biaya produksi, cuaca, kondisi jalan, penyimpanan, dan rantai pasok juga dapat memengaruhi harga pangan.

Kelaparan di Indonesia Menurun, Tantangan Gizi Belum Usai

Di tingkat nasional, prevalensi kelaparan di Indonesia turun dari 18,4 persen pada periode 2004–2006 menjadi 6,3 persen pada 2023–2025. Data tersebut menunjukkan adanya kemajuan, tetapi persoalan pangan belum selesai.

Sumber: diolah dari berbagai sumber

Berita Terkait