Trans Jatim Koridor II Malang Raya Diluncurkan 30 Oktober, 20 dari 56 Rambu Terpasang
Rambu TransJatim--
KEPANJEN, DISWAYMALANG.ID – Pemasangan rambu pemberhentian bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya mulai berjalan, sekitar 20 dari total 56 rambu yang direncanakan telah terpasang untuk mendukung peluncuran layanan pada 30 Oktober 2026.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang Eko Margianto mengatakan, pemasangan rambu dilakukan secara bertahap. Pekerjaan dimulai dari Terminal Talangagung, Kepanjen, kemudian berlanjut ke Gondanglegi, Bululawang, hingga wilayah Kota Malang.
“Sementara dipasang rambu-rambu stop untuk mendukung launching. Setelah peluncuran, baru akan ada pembenahan halte secara bertahap sampai akhir tahun,” tutur Eko, Jumat (16/10/2026).
Penataan halte menjadi pekerjaan lanjutan setelah layanan bus beroperasi. Untuk tahap awal, pemasangan rambu pemberhentian diprioritaskan agar titik naik dan turun penumpang dapat disiapkan sebelum peluncuran.
BACA JUGA:Cuaca Kabupaten Malang 16 Oktober: Cerah, Berkabut, hingga Udara Kabur, Suhu 15–32°C
Selain pemasangan rambu, persiapan operasional juga mencakup pemanfaatan Terminal Talangagung sebagai garasi bus Trans Jatim. Dishub Kabupaten Malang sebelumnya telah melakukan survei di terminal tersebut.
Namun, tindak lanjut penggunaan terminal masih dalam proses koordinasi dengan pihak operator. Sementara itu, revitalisasi terminal direncanakan menjadi tanggung jawab Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang.
Trans Jatim Koridor II akan menghubungkan wilayah Kota dan Kabupaten Malang melalui rute Terminal Madyopuro–Terminal Hamid Rusdi–Bululawang–Gondanglegi–Terminal Talangagung di Kepanjen, kemudian kembali melalui jalur sebaliknya.
BACA JUGA:Cuaca Kota Batu 16 Oktober 2026: Cerah hingga Berawan, Suhu 17–29°C, Angin Sedang
Untuk mendukung operasional koridor tersebut, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan 14 armada bus dan satu armada cadangan. Layanan ini dijadwalkan diluncurkan pada 30 Oktober 2026.
Terkait penerimaan masyarakat, Eko mengaku belum menerima laporan penolakan dari sopir angkutan kota (angkot) maupun warga secara umum terhadap rencana operasional Trans Jatim Koridor II Malang Raya.
“Sementara belum ada. Dan semoga tidak ada,” katanya.
Sumber:









