2 tahun Disway Malang

Hari Limbah Elektronik Internasional, Potensi E-Waste Malang Capai 5.213 Ton

Hari Limbah Elektronik Internasional, Potensi E-Waste Malang Capai 5.213 Ton

Hari Limbah Elektronik Sedunia 14 Oktober 2026, dalam konteks Malang Raya. -Ilustrasi: gemini--

MALANG, DISWAYMALANG.ID – Kabel bekas, pengisi daya rusak, telepon genggam lama, komputer usang, hingga papan sirkuit elektronik sering dianggap sebagai barang rongsok biasa. Padahal, barang-barang tersebut menyimpan material yang masih bernilai ekonomi sekaligus berpotensi membahayakan lingkungan jika tidak ditangani dengan benar.

Persoalan ini menjadi perhatian dalam Hari Limbah Elektronik Internasional atau International E-Waste Day yang diperingati setiap 14 Oktober. Di Kota Malang, penelitian Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkirakan potensi Limbah Elektronik rumah tangga mencapai 5.213,56 ton pada 2021.

Angka tersebut merupakan hasil pemodelan penelitian, bukan hasil penimbangan seluruh limbah elektronik yang terkumpul. Meski demikian, estimasi itu memberikan gambaran tentang besarnya potensi e-waste rumah tangga yang perlu dikelola.

Sejarah Hari Limbah Elektronik Internasional

Hari Limbah Elektronik Internasional pertama kali diselenggarakan pada 2018 oleh WEEE Forum, organisasi internasional yang menghimpun berbagai organisasi pengelola limbah peralatan listrik dan elektronik. Peringatan ini dibuat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengumpulan, penggunaan kembali, perbaikan, dan daur ulang perangkat elektronik yang sudah tidak digunakan.

Peringatan tersebut berlangsung setiap 14 Oktober. Seiring waktu, kampanyenya berkembang menjadi ajakan bagi masyarakat, pemerintah, produsen, pengecer, pelaku daur ulang, dan organisasi lingkungan untuk ikut bertanggung jawab atas limbah elektronik.

Pada 2026, kampanye ini mengangkat tema Fast Tech, yakni perangkat elektronik kecil dan murah yang mudah dibeli, tetapi kerap cepat diganti atau dibuang. Contohnya earphone, kabel pengisi daya, adaptor USB, lampu hias LED, kipas mini, mainan elektronik, dan berbagai gawai kecil lainnya.

Pesan kampanye tahun ini mengajak masyarakat mengenali perangkat yang sudah menjadi limbah, mengembalikannya ke titik pengumpulan yang sesuai, serta mendorong kepatuhan produsen dan penjual terhadap tanggung jawab pengelolaan limbah elektronik.

Tujuan dan Makna Peringatan

Hari Limbah Elektronik Internasional bukan sekadar ajakan membersihkan laci dari barang elektronik yang menumpuk. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran bahwa perangkat elektronik memiliki siklus hidup yang harus dikelola sejak digunakan hingga tidak lagi berfungsi.

Ada beberapa pesan utama yang ingin disampaikan. Pertama, masyarakat perlu memperpanjang masa pakai perangkat melalui perawatan dan perbaikan jika masih memungkinkan. Kedua, barang yang sudah tidak terpakai perlu dipilah dan disalurkan melalui jalur pengumpulan yang sesuai, bukan dicampur begitu saja dengan sampah rumah tangga.

Ketiga, material yang masih dapat dipulihkan perlu dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang yang aman. Keempat, produsen, pemerintah, dan pelaku usaha perlu mendukung sistem pengumpulan serta pengolahan yang bertanggung jawab.

Makna penting peringatan ini terletak pada keseimbangan antara manfaat ekonomi dan perlindungan lingkungan. Komponen elektronik bekas memang bisa bernilai, tetapi proses pengambilan materialnya tidak boleh membahayakan pekerja maupun mencemari lingkungan.

Dunia Menghasilkan 62 Juta Ton E-Waste

Sumber: diolah dari berbagai sumber

Berita Terkait