UM Dorong Kesadaran Kesehatan Mental Mahasiswa lewat Mental Health Talk
Kampus UM menggelar Sharing Session & Mental Health Talk bertajuk “Your Story Matters, Your Voice Can Create Change.--
LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID – Universitas Negeri Malang (UM) mendorong peningkatan kesadaran kesehatan mental di lingkungan kampus melalui kegiatan Sharing Session & Mental Health Talk bertajuk “Your Story Matters, Your Voice Can Create Change”, Senin (12/10/2026).
Kegiatan yang digelar Pusat Bimbingan Konseling, Karier, dan Kewirausahaan (PBK3) di bawah Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) UM tersebut berlangsung di Ruang Seminar Lantai 3, Gedung Kuliah Bersama A19. Pesertanya meliputi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
BACA JUGA:Beasiswa BSI Talenta 2026 Dibuka, Mahasiswa Semester 7 Bisa Daftar hingga 30 Oktober
Ketua PBK3 UM Dr Hetti Rahmawati SPsi MSi mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran sivitas akademika untuk menjaga kesehatan mental sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi psikologis orang lain.
“Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan mental diri kita masing-masing, serta orang-orang yang kita kasihi dan senantiasa berada di sekitar kita,” ujarnya.
Ketua LP3 UM Prof Dr Hardika MPd menekankan pentingnya membangun hubungan yang terbuka dan setara di lingkungan perguruan tinggi. Komunikasi yang baik antara mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dinilai dapat mendukung terciptanya lingkungan kampus yang lebih suportif.
BACA JUGA:Kadin Kabupaten Malang Siapkan Perusahaan Ikuti Program Magang Nasional 2026
Dalam sesi utama, psikolog Prof Endang Retno Surjaningrum MApp Psych PhD., menjelaskan bahwa kondisi kesehatan mental tidak selalu dapat dikenali secara langsung oleh orang lain. Karena itu, kesadaran untuk mengenali kondisi emosional diri sendiri dan memberikan perhatian kepada orang sekitar menjadi hal penting.
Ia menegaskan, peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia seharusnya tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan psikologis.
“Peringatan hari kesehatan mental bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kesempatan untuk meningkatkan kesadaran bahwa setiap individu perlu memberikan ruang bagi dirinya sendiri untuk mengenali kondisi emosional dan psikologisnya,” tegasnya.
BACA JUGA:Jadwal Padat Persib Bandung Jadi Tantangan Jelang Hadapi The Cong-Viettel di ACL 2
Menurutnya, keberanian menyampaikan pengalaman dan perasaan dapat membuka kesempatan bagi seseorang untuk memperoleh dukungan. Pengalaman yang dibagikan juga dapat membantu orang lain memahami persoalan psikologis yang tidak selalu terlihat dari luar.
Melalui kegiatan tersebut, UM berupaya membangun lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif, dengan mendorong kebiasaan saling mendengarkan, menghargai pengalaman orang lain, serta memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan bantuan.
Upaya tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas.
Sumber:


