2 tahun Disway Malang

Cak Nur Ingatkan Lulusan SMK Pariwisata Batu Siap Hadapi Dunia Kerja Hotel

Cak Nur Ingatkan Lulusan SMK Pariwisata Batu Siap Hadapi Dunia Kerja Hotel

Wali Kota Batu Nurochman saat mengikuti praktik Rooms Service usai rapat persiapan Bed Making Competition and Art Towel di Hotel Selecta, Senin (12/10/2026).-Sholeh/Diswaymalang -

BATU, DISWAYMALANG.ID - Di balik gemerlapnya industri pariwisata Kota Batu, ada peran vital yang sering tak terlihat namun menentukan kepuasan wisatawan. Yaitu seorang room attendant. Profesi inilah yang menjadi sorotan Wali Kota Batu, Nurochman, saat menghadiri rapat persiapan Bed Making Competition and Art Towel di Hotel Selecta, Senin (12/10/2026).

Dalam pertemuan bersama pengurus BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu dan Indonesian Housekeeper Association (IHKA) Malang Raya tersebut, Cak Nur -sapaan akrabnya-  secara khusus memberikan pesan kepada para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pariwisata.

BACA JUGA:Pemkot Batu Perkuat CooSAE dan PLUT, Dorong Hasil Pertanian Bernilai Jual Tinggi

Menurutnya, Kota Batu sebagai kota wisata sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia di sektor hospitality. Ia menilai, lulusan SMK di Kota Batu sebenarnya sudah memiliki modal yang sangat kuat, karena dibekali kombinasi teori di sekolah dan pengalaman Praktik Kerja Lapangan (PKL) langsung di hotel.

"Sebelum terjun ke dunia kerja, mereka mendapatkan kesempatan magang di hotel. Di sana mereka diajarkan sekaligus mempraktikkan teori-teori yang diperoleh di sekolah," kata Wali Kota asal Desa Sumberejo itu.

Namun, ia mengingatkan bahwa dunia kerja nyata jauh lebih keras dari ruang praktik sekolah. Jika di sekolah siswa hanya berlatih merapikan satu-dua kamar, di industri perhotelan tuntutannya adalah kecepatan, ketepatan, dan stamina.

BACA JUGA:DLH Kota Batu Perjuangkan Kompensasi Lembur Pasukan Kuning, Target Masuk APBD 2027

Cak Nur mencontohkan, keterampilan yang terlihat sederhana seperti bed-making atau seni merapikan tempat tidur, mengganti sheet, hingga membersihkan kamar mandi harus dilakukan secara presisi dalam waktu singkat.

"Kalau di sekolah ada teori dan praktik, di hotel pekerjaan yang mereka lakukan jauh lebih banyak. Dalam sehari, saat kondisi full check out misalnya dari total 100 kamar, satu orang room attendant bisa menangani sekitar 15 kamar," jelasnya.

Kondisi inilah yang menurutnya harus dipahami oleh para calon tenaga kerja muda. Standar kenyamanan hotel sangat ditentukan oleh detail pekerjaan room attendant, sehingga efisiensi dan ketahanan fisik menjadi kunci.

BACA JUGA:Bangun Benteng Etika di Dua Dunia, Ratusan Pelajar MTs Hasyim Asy’ari Kota Batu Deklarasikan

Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi inisiatif PHRI Kota Batu dan IHKA Malang Raya yang menggelar Bed Making Competition and Art Towel. Ajang ini dinilai bukan sekadar lomba, tetapi menjadi kawah candradimuka untuk menguji mental, kecepatan, dan kreativitas para tenaga housekeeping.

Melalui kompetisi tersebut, diharapkan para lulusan SMK dan tenaga muda pariwisata semakin termotivasi untuk terus mengasah kompetensi, sehingga mampu menjawab tantangan industri pariwisata Kota Batu yang semakin kompetitif dan menuntut pelayanan berstandar tinggi.

Sumber:

Berita Terkait