2 tahun Disway Malang

Semeru Erupsi Erupsi Dini Hari, Simak Cuaca Gunung Malang Hari Ini, Gelombang Selatan 2,9 Meter

Semeru Erupsi Erupsi Dini Hari, Simak Cuaca Gunung Malang Hari Ini, Gelombang Selatan 2,9 Meter

Semeru erupsi dini hari tadi, simak cuaca gunung di Malang Senin, 12 Oktober 2026. -Ilustrasi: AI --

MALANG, DISWAYMALANG.ID – Gunung Semeru kembali erupsi pada Senin, 12 Oktober 2026, dini hari. Pada hari yang sama, prakiraan cuaca gunung di Jawa Timur menunjukkan kondisi berawan hingga berpotensi hujan rintik-rintik, sedangkan Perairan Malang menghadapi potensi gelombang tinggi hingga 2,9 meter.

Berdasarkan data yang dihimpun, Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. Sementara itu, informasi BMKG yang disampaikan dalam bahan prakiraan menyebutkan tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem yang aktif untuk wilayah Jawa Timur.

Gunung Semeru Erupsi Pukul 01.45 WIB

Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Senin, 12 Oktober 2026, pukul 01.45 WIB. Dalam sepekan terakhir, berdasarkan laporan yang dikutip dari Databoks, erupsi tersebut tercatat sebagai kejadian erupsi yang dilaporkan pada periode itu.

Mengutip informasi letusan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, visual letusan tidak teramati. Namun, erupsi terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi 102 detik.

Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Semeru berada pada Level III (Siaga). Data pengamatan kegempaan yang tercantum untuk 12 Oktober 2026 pukul 18.00–23.59 WIB menunjukkan terjadi 30 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 11–23 milimeter dan lama gempa 67–152 detik.

Pada periode yang sama, tercatat satu kali gempa guguran dengan amplitudo 2 milimeter dan durasi 81 detik. Selain itu, terjadi dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 3–4 milimeter dan durasi 35–49 detik.

PVMBG mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Sepanjang 2026, MAGMA Indonesia mencatat 5.058 letusan atau erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru menjadi gunung dengan jumlah erupsi terbanyak dalam data tersebut, yakni 1.959 kali.

Cuaca Semeru, Suhu 10–19 Derajat Celsius

Gunung Semeru memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan data prakiraan cuaca untuk Senin, 12 Oktober 2026, kondisi cuaca pada pagi hingga siang didominasi awan pecah.

Pada pukul 07.00 WIB, suhu diprakirakan 11 derajat Celsius. Suhu meningkat menjadi 15 derajat Celsius pada pukul 10.00 WIB dan mencapai 19 derajat Celsius pada pukul 13.00 WIB.

Memasuki sore, hujan rintik-rintik diprakirakan terjadi pada pukul 16.00 WIB dengan suhu 17 derajat Celsius dan curah hujan sekitar 0,13 milimeter. Pada pukul 19.00 WIB, suhu diprakirakan 11 derajat Celsius dengan hujan rintik-rintik sekitar 0,1 milimeter.

Pada pukul 22.00 WIB, suhu diprakirakan turun menjadi 10 derajat Celsius dengan kondisi awan tersebar.

Pendakian Semeru Dilarang

Dengan aktivitas vulkanik berstatus Level III (Siaga), masyarakat harus mematuhi rekomendasi PVMBG dan tidak memasuki zona berbahaya. Jalur pendakian Semeru juga dilaporkan ditutup sejak 26 Agustus 2026 akibat kebakaran hutan di Blok Ranu Kembang, dengan masa penutupan yang saat itu belum ditentukan.

Informasi penutupan tersebut perlu dibedakan dari rekomendasi keselamatan vulkanik. Pendaki harus memastikan status terbaru jalur melalui pengelola resmi dan tidak melakukan pendakian selama penutupan atau larangan masih berlaku.

Gunung Arjuno: Suhu 10–18 Derajat Celsius

Gunung Arjuno memiliki ketinggian 3.339 meter di atas permukaan laut. Pada Senin, 12 Oktober 2026, prakiraan cuaca menunjukkan kondisi awan mendung hingga awan pecah dan awan tersebar.

Suhu diprakirakan 12 derajat Celsius pada pukul 07.00 WIB, meningkat menjadi 15 derajat Celsius pada pukul 10.00 WIB dan 18 derajat Celsius pada pukul 13.00 WIB. Pada pukul 16.00 WIB, suhu diprakirakan tetap 18 derajat Celsius, kemudian turun menjadi 12 derajat Celsius pada pukul 19.00 WIB dan 10 derajat Celsius pada pukul 22.00 WIB.

Kondisi relatif mendukung pendakian, dengan prakiraan cerah atau sedikit berawan, suhu sekitar 9–17 derajat Celsius, dan angin tenang. Namun, informasi tersebut bukan jaminan jalur pendakian dibuka pada 12 Oktober. Pendaki tetap perlu memeriksa status jalur dan ketentuan pengelola sebelum berangkat.

Gunung Welirang: Suhu 15–23 Derajat Celsius

Gunung Welirang memiliki ketinggian 3.156 meter di atas permukaan laut. Prakiraan cuaca pada Senin, 12 Oktober 2026, menunjukkan kondisi awan pecah hingga awan tersebar.

Pada pukul 07.00 WIB, suhu diprakirakan 19 derajat Celsius. Suhu meningkat menjadi 20 derajat Celsius pada pukul 10.00 WIB dan 21 derajat Celsius pada pukul 13.00 WIB.

Suhu diprakirakan mencapai 23 derajat Celsius pada pukul 16.00 WIB, kemudian turun menjadi 17 derajat Celsius pada pukul 19.00 WIB dan 15 derajat Celsius pada pukul 22.00 WIB.

Cuaca relatif mendukung pendakian, dengan kondisi cerah atau sedikit berawan, suhu sekitar 14–22 derajat Celsius, dan angin tenang. Meski demikian, pendaki tetap perlu memastikan status jalur, memperhatikan kondisi aktual, dan mengikuti arahan pengelola kawasan.

Gunung Kawi-Butak: Suhu 10–19 Derajat Celsius

Gunung Kawi-Butak memiliki ketinggian 2.651 meter di atas permukaan laut. Pada Senin, 12 Oktober 2026, cuaca diprakirakan berawan dengan kondisi awan mendung, awan pecah, dan awan tersebar sepanjang hari.

Suhu diprakirakan 12 derajat Celsius pada pukul 07.00 WIB, meningkat menjadi 15 derajat Celsius pada pukul 10.00 WIB dan 19 derajat Celsius pada pukul 13.00 WIB. Pada pukul 16.00 WIB, suhu diprakirakan 18 derajat Celsius, kemudian turun menjadi 12 derajat Celsius pada pukul 19.00 WIB dan 10 derajat Celsius pada pukul 22.00 WIB.

Situs prakiraan cuaca menyebut kondisi relatif mendukung pendakian, dengan perkiraan cerah atau sedikit berawan, suhu sekitar 9–17 derajat Celsius, dan angin tenang. Rekomendasi tersebut perlu dikonfirmasi kembali dengan pengelola jalur karena kondisi cuaca tidak otomatis menjamin keamanan atau keterbukaan jalur pendakian.

Perairan Malang Berpotensi Gelombang hingga 2,9 Meter

BMKG Maritim mengeluarkan prakiraan cuaca Perairan Malang untuk periode 12 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB hingga 15 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB. Pada Senin, 12 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, cuaca perairan diprakirakan berawan dengan suhu 26 derajat Celsius dan kelembapan 82 persen.

Angin bertiup dari timur dengan kecepatan 12 knot (22,22 km/jam atau angin sedang) dan embusan mencapai 19 knot (35,19 km/jam atau angin kencang). Sementara itu, arus laut mengarah ke barat dengan kecepatan 1,67 knot (3,09 km/jam atau angin ringan).

Tinggi gelombang diprakirakan mencapai 2,8 meter. Dalam informasi peringatan gelombang tinggi, BMKG mencantumkan potensi gelombang hingga 2,9 meter di perairan tersebut.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di laut. Mereka diimbau berhati-hati serta mengikuti arahan otoritas setempat, terutama ketika kondisi gelombang dan angin berisiko mengganggu keselamatan pelayaran.

Tak Ada Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Aktif di Jatim

Berdasarkan informasi peringatan dini BMKG, tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem aktif untuk wilayah Jawa Timur pada Senin, 12 Oktober 2026.

Cuaca Jawa Timur hari ini secara umum didominasi kondisi cerah hingga berawan, dengan suhu berkisar 24–36 derajat Celsius. Sejumlah wilayah juga masih mengalami kondisi kering atau Hari Tanpa Hujan (HTH).

Meski tidak ada peringatan dini aktif, masyarakat tetap perlu memantau pembaruan BMKG karena kondisi cuaca dapat berubah secara lokal. Nelayan dan pelaku pelayaran juga perlu memperhatikan peringatan gelombang tinggi di Perairan Malang, yang berbeda dari peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah daratan.

Sumber: bmkg.go.id