Pemkot Batu Perkuat CooSAE dan PLUT, Dorong Hasil Pertanian Bernilai Jual Tinggi
Wali Kota Batu Nurochman saat mengunjungi packing house CooSAE -Prokopim Kota Batu -
BATU, DISWAYMALANG.ID-Pemerintah Kota Batu memperkuat strategi pemasaran hasil pertanian agar produk lokal memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar. Upaya ini dilakukan melalui penguatan agregator pertanian CooSAE serta pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).
Wali Kota Batu Nurochman menegaskan komitmen tersebut saat mengunjungi rumah pengemasan (packing house) CooSAE, Minggu (11/10/2026). Dalam kunjungan itu, ia melihat proses pengemasan dan pelabelan berbagai hasil pertanian, mulai jambu hingga kentang segar.
Menurut Nurochman, yang akrab disapa Cak Nur, pengemasan yang tertata menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing produk pertanian. Agregator seperti CooSAE juga berperan menghubungkan hasil panen petani dengan peluang pasar yang lebih luas.
"Melalui pengemasan yang lebih tertata, produk pertanian diharapkan memiliki daya saing lebih baik," ujar Cak Nur, Minggu (11/10/2026).
BACA JUGA:DLH Kota Batu Perjuangkan Kompensasi Lembur Pasukan Kuning, Target Masuk APBD 2027
CooSAE atau Cooperative Smart Agriculture Ecosystem sendiri merupakan salah satu agregator andalan yang dibentuk pada era mBatu SAE. Koperasi multipihak yang berpusat di Kota Batu ini dirancang untuk memperkuat ekosistem pertanian secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir.
Konsepnya mengolaborasikan petani, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan pemanfaatan teknologi. Melalui pendekatan tersebut, CooSAE didorong menjadi motor penggerak pertanian modern yang tidak hanya meningkatkan produktivitas. Tetapi juga memperluas akses pasar dan memperkuat ketahanan sektor pertanian di Kota Batu.
Wali Kota Nurochman menegaskan, Pemkot Batu berkomitmen penuh memperkuat pemasaran produk lokal. Strateginya adalah membangun kerja sama yang lebih solid dengan pelaku usaha swasta, jaringan pusat oleh-oleh, hingga perguruan tinggi di Malang Raya.
"Melalui penguatan CooSAE dan pendampingan UMKM, Pemkot Batu berharap akses pasar hasil pertanian semakin luas dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani serta masyarakat," tuturnya.
Tidak hanya itu, Cak Nur juga memberikan perhatian khusus kepada para pelaku UMKM. Ia mengajak seluruh pelaku UMKM di Kota Batu untuk memanfaatkan secara maksimal keberadaan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kota Batu.
Menurutnya, PLUT hadir untuk memberikan pendampingan lengkap, mulai dari pengelolaan keuangan, pengurusan legalitas, standarisasi produksi, hingga strategi pemasaran baik secara offline maupun digital. Khusus untuk produk pangan, Cak Nur mengingatkan pentingnya pemenuhan perizinan dan standar keamanan pangan sesuai jenis produk.
"Hal ini mutlak diperlukan untuk menjaga kualitas, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memberikan rasa aman bagi yang mengonsumsi," tegasnya.
Dengan penguatan di dua sisi, yakni agregator di hulu melalui CooSAE dan pendampingan UMKM di hilir melalui PLUT, Pemkot Batu optimistis produk pertanian lokal tidak hanya menjadi komoditas mentah. Tetapi menjadi produk olahan bernilai tambah yang mampu menjadi kebanggaan Kota Batu.
Sumber:


