2 tahun Disway Malang

Laurin Ulrich Sudah 2 Kali Bela Jerman U-21, Masih Bisa Gabung Timnas Indonesia?

Laurin Ulrich Sudah 2 Kali Bela Jerman U-21, Masih Bisa Gabung Timnas Indonesia?

Peluang Laurin Ulrich untuk memperkuat Timnas Indonesia menjadi sorotan setelah gelandang muda tersebut mendapat kesempatan membela Timnas Jerman U-21 dalam Kualifikasi UEFA European U-21 Championship 2027-Tangkapan layar [email protected]

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID – Peluang gelandang muda Laurin Ulrich memperkuat Timnas Indonesia masih menjadi tanda tanya setelah ia mencatatkan dua penampilan bersama Jerman U-21 di kualifikasi Piala Eropa U-21. Riwayat tersebut membuat peluang sang pemain membela Skuad Garuda perlu ditelaah berdasarkan regulasi FIFA, bukan hanya dugaan mengenai garis keturunannya.

Pemain kelahiran 31 Januari 2005 itu kini memperkuat SC Paderborn 07 dengan status pinjaman dari VfB Stuttgart untuk musim 2026/2027. Catatan resmi Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) menunjukkan Laurin telah bermain dua kali bersama Jerman U-21 di kualifikasi Piala Eropa U-21. Namun, penampilan di level kelompok umur tidak otomatis membuat pemain kehilangan seluruh peluang untuk berganti asosiasi.

Yussa Rexsava Putra Nugraha membahas kemungkinan tersebut melalui segmen OBRI di kanal YouTube-nya. Sejumlah aspek perlu diperiksa, mulai dari status pertandingan yang telah dijalani Laurin, riwayat penampilan internasional, kewarganegaraan, hingga persyaratan perpindahan asosiasi yang ditetapkan FIFA.

Laurin Ulrich Sudah Dua Kali Tampil untuk Jerman U-21

Laurin merupakan pemain kelahiran 31 Januari 2005 yang berkembang melalui sistem pembinaan VfB Stuttgart. Pada Agustus 2026, Stuttgart mengumumkan perpanjangan kontraknya sekaligus peminjaman ke SC Paderborn 07 untuk musim 2026/2027.

Bersama tim kelompok umur Jerman, Laurin telah melewati beberapa jenjang. Data DFB mencatat ia pernah memperkuat Jerman U-16, U-17, U-18, U-19, U-20, hingga U-21. Untuk Jerman U-21, catatan resmi menunjukkan dua penampilan di kualifikasi Piala Eropa U-21.

Riwayat tersebut menjadi perhatian pendukung Timnas Indonesia yang berharap pemain keturunan dapat memperkuat Skuad Garuda. Meski demikian, kabar mengenai kemungkinan darah Indonesia tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa seorang pemain memenuhi syarat memperkuat tim nasional.

Faktor penentunya bukan semata-mata berapa kali seorang pemain tampil di tim kelompok umur, melainkan jenis kompetisi yang diikuti, status kewarganegaraan, serta ketentuan FIFA mengenai kelayakan dan perpindahan asosiasi.

Bagaimana Aturan FIFA Mengatur Perpindahan Asosiasi?

FIFA memiliki aturan yang memungkinkan pemain dalam kondisi tertentu mengajukan perpindahan asosiasi. Prosedur ini berbeda dari proses naturalisasi karena menyangkut kelayakan seorang pemain untuk membela tim nasional negara lain setelah sebelumnya tampil untuk asosiasi berbeda.

Pada 10 September 2026, FIFA menerbitkan pembaruan panduan mengenai aturan kelayakan pemain tim nasional dan perpindahan asosiasi. Panduan itu menjelaskan penerapan regulasi, termasuk persoalan kewarganegaraan, hubungan nyata pemain dengan negara yang ingin dibelanya, serta dokumen yang harus disiapkan dalam pengajuan kepada Football Tribunal.

Dalam kasus pemain yang pernah membela tim nasional kelompok umur di kompetisi resmi, salah satu hal penting adalah apakah pemain tersebut telah memiliki kewarganegaraan negara tujuan ketika menjalani penampilan pertamanya dalam kompetisi resmi untuk asosiasi sebelumnya. Persyaratan lainnya juga harus diperiksa berdasarkan ketentuan yang relevan dengan riwayat pemain.

Karena itu, usia Laurin yang masih 21 tahun dan jumlah penampilannya bersama Jerman U-21 belum cukup untuk memastikan apakah ia bisa berpindah asosiasi ke Indonesia. Penilaian harus mempertimbangkan keseluruhan ketentuan FIFA, bukan hanya satu faktor.

Kewarganegaraan dan Garis Keturunan Jadi Faktor Penting

Klaim bahwa seorang pemain memiliki darah keturunan Indonesia perlu didukung informasi dan dokumen yang dapat diverifikasi. Garis keturunan saja tidak otomatis menjadikan pemain memenuhi seluruh persyaratan untuk membela Timnas Indonesia.

FIFA juga menekankan pentingnya hubungan nyata dengan negara yang hendak diwakili dalam situasi yang mensyaratkan hal tersebut. Hubungan itu dapat berkaitan dengan kelahiran, keturunan, atau tempat tinggal, sesuai ketentuan yang berlaku. Kepemilikan kewarganegaraan saja pun tidak selalu cukup apabila persyaratan hubungan tersebut harus dipenuhi.

Dalam konteks Laurin, belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa ia telah memenuhi persyaratan kewarganegaraan Indonesia atau bahwa perpindahan asosiasinya akan disetujui FIFA. Informasi mengenai latar belakang keluarga dan dokumen kewarganegaraan perlu dipastikan terlebih dahulu.

Sumber: disway dan sumber lainnya

Berita Terkait