2 tahun Disway Malang

Retret Kepsek Kota Malang Habiskan Rp300 Juta, Golkar Minta Output Terukur

Retret Kepsek Kota Malang Habiskan Rp300 Juta, Golkar Minta Output Terukur

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Malang, Suryadi-istimewa-

MALANG, DISWAYMALANG.ID--Rencana retret kepala sekolah (kepsek) se-Kota Malang dengan anggaran sekitar Rp300 juta mendapat perhatian DPRD Kota Malang. Kegiatan tersebut dinilai perlu memiliki tujuan yang jelas dan hasil terukur. Jangan sampai anggaran ratusan juta rupiah hanya habis untuk agenda pembinaan tanpa dampak nyata bagi dunia pendidikan.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Malang Suryadi mengatakan, pelaksanaan retret tidak bisa hanya dilihat dari besarnya anggaran. Lebih dari itu, pemerintah harus memastikan kegiatan tersebut benar-benar menjawab persoalan pendidikan yang dihadapi sekolah.

Menurut dia, retret sejatinya bisa menjadi ruang bagi kepala sekolah untuk mengevaluasi kepemimpinan, bertukar pengalaman, sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan di satuan pendidikan. Forum tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi antara kepala sekolah dan Dinas Pendidikan.

BACA JUGA:Golkar Kota Malang Tuntaskan Muscam Lowokwaru, Titik Fadila Terpilih Jadi Ketua PK

Dengan begitu, kebijakan pendidikan tidak hanya berjalan sebagai urusan administratif. Namun, benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi nyata di lapangan.

Terlebih, Kota Malang yang dikenal sebagai kota pendidikan masih memiliki pekerjaan rumah dalam membangun lingkungan sekolah yang aman dan meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan.

Suryadi menyatakan mendukung kegiatan pembinaan yang mampu memperkuat kapasitas dan kepemimpinan kepala sekolah. Namun, dukungan tersebut bukan berarti pemerintah bisa menggelar kegiatan tanpa perencanaan matang dan pertanggungjawaban yang jelas.

“Sebagai Komisi D sekaligus Ketua Fraksi Golkar, saya mendukung adanya kegiatan yang memang memiliki tujuan jelas untuk pembinaan, evaluasi dan penguatan kepemimpinan kepala sekolah. Tetapi dukungan itu tentu bukan cek kosong,” tegasnya kepada Disway Malang, Minggu (11/10/2026), melalui WhatsApp.

Uang Rakyat Harus Berbanding Lurus dengan Manfaat

Anggaran sekitar Rp 300 juta bukan jumlah yang kecil. Apalagi, dana tersebut bersumber dari uang rakyat yang penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan.

BACA JUGA:Sampaikan Pandangan Umum PAK APBD 2026, Fraksi Golkar Beri 8 Catatan untuk Pemkot Batu

Karena itu, Suryadi meminta agar setiap komponen kegiatan dihitung berdasarkan kebutuhan dan manfaatnya. Efektivitas penggunaan anggaran harus menjadi pertimbangan utama, bukan sekadar memastikan acara terlaksana sesuai jadwal.

Baginya, persoalan utama bukan soal kegiatan digelar di luar sekolah atau besarnya biaya yang dibutuhkan. Yang jauh lebih penting adalah apa yang bisa dibawa pulang para kepala sekolah setelah retret berakhir.

Apakah ada perubahan dalam pola kepemimpinan? Apakah komunikasi dengan Dinas Pendidikan semakin baik? Dan apakah persoalan di lingkungan sekolah mendapatkan solusi yang konkret? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang semestinya dijawab sejak tahap perencanaan.

Suryadi mengingatkan, tanpa target yang jelas dan tindak lanjut yang terukur, retret berisiko hanya menjadi agenda seremonial. Kegiatan mungkin selesai dalam hitungan hari, tetapi persoalan pendidikan tetap bertahan ketika kepala sekolah kembali menjalankan tugasnya.

Sumber:

Berita Terkait