2 tahun Disway Malang

Perosotan Legendaris Selecta Batu Berusia Hampir Seabad, Tetap Bertahan sejak 1930

Perosotan Legendaris Selecta Batu Berusia Hampir Seabad, Tetap Bertahan sejak 1930

Penampakan papan perosotan di Kolam Renang Taman Rekreasi Selecta Kota Batu-Sholeh/Diswaymalang -

BATU, DISWAYMALANG.ID- Di tengah gempuran wahana wisata modern yang serba digital, Taman Rekreasi Selecta di Kota Batu justru mempertahankan sebuah harta karun bersejarah yang tak lekang oleh waktu. Yaitu perosotan kolam renang legendaris.

Bukan perosotan plastik atau fiber seperti pada umumnya, wahana seluncur di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji ini telah berdiri sejak tahun 1930. Artinya, di tahun 2026 ini, usianya sudah menginjak 96 tahun, hampir satu abad menemani keceriaan pengunjung.

Direktur Taman Rekreasi Select, Pramono mengungkapkan bahwa rangka utama perosotan ini menggunakan kayu ulin, kayu khas Kalimantan yang terkenal sangat kuat, tahan air, dan lentur.

BACA JUGA:5 Tahu Telur Legendaris di Kota Batu, Ada Ikhwan Hadi hingga P. Huri

"Jenis kayu yang digunakan adalah kayu ulin. Cukup kuat dan lentur dan tidak akan membahayakan pengguna," kata Pramono, Minggu (11/10/2026).

Perosotan setinggi 15 meter dengan panjang lintasan seluncur 30 meter ini memiliki kerangka besi asli yang masih bertahan persis seperti desain awal tahun 1930. Bahkan, konstruksi besinya dirancang memiliki fungsi seperti shock breaker atau peredam kejut. Saat meluncur dan sampai di bawah, papan akan sedikit memantul meredam benturan.

"Konstruksinya masih kuat. Yang kita ganti hanya papan aluminiumnya saja, itu kita ganti tiga tahun sekali. Kalau konstruksi besinya sampai sekarang masih kuat," jelasnya.

BACA JUGA:8 Oktober Hari Pencatatan Kelahiran Internasional: Akta Anak Batu 98,73 Persen, Malang 98,47 Persen

Pihak pengelola pernah mencoba melakukan modernisasi. Pada tahun 2002, mereka sempat mengganti papan seluncur aluminium dengan bahan fiber yang dianggap lebih modern.

"Namun ternyata papan fiber ini tidak sesuai dengan konstruksi besi yang didesain punya fungsi peredam kejut. Jadi semacam shock breaker, sampai di bawah itu akan terpantul. Pas kita pasang pakai fiber itu malah pecah. Akhirnya kita balik pakai aluminium lagi," jelas Pramono.

Kegagalan tersebut justru membuktikan bahwa desain Belanda hampir seabad lalu sudah sangat presisi dan tidak bisa digantikan sembarangan. Menurut Pramono, perosotan ini bisa dibilang menjadi satu-satunya perosotan kayu ulin legendaris yang masih bertahan dan berfungsi di Indonesia. 

BACA JUGA:Promo Jatim Park Group di PRJ Surabaya, Tiket Mega Science Center Rp65 Ribu

Pihaknya sengaja tidak pernah mengubah desainnya sedikit pun. Perawatan rutin terus dilakukan untuk menjamin keamanan pengunjung tanpa menghilangkan nilai historisnya.

"Saya kira lebih indah dipertahankan seperti itu dan akan menjadi daya tarik tersendiri. Saya kira ini hanya satu-satunya, tidak ada di tempat lain," ujarnya.

Sumber:

Berita Terkait