2 tahun Disway Malang

Gus Baha Jelaskan Rahasia Tasbih Malaikat dan Makna Kata Kerja dalam Al-Qur’an (7)

Gus Baha Jelaskan Rahasia Tasbih Malaikat dan Makna Kata Kerja dalam Al-Qur’an (7)

Gus Baha menjelaskan tasbih malaikat dan makna kata kerja dalam Al-Qur'an. -Youtube @kajianislampopuler--

 

MALANG, DISWAYMALANG.ID - Ada bagian menarik ketika Gus Baha membaca Tafsir Al-Ibriz karya KH Bisri Mustofa. Ia tidak hanya menerangkan arti ayat, tetapi mengajak jamaah masuk ke wilayah balaghah, ilmu yang membahas keindahan dan ketepatan struktur bahasa Arab.

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, pengasuh Pondok Pesantren LP3IA Narukan, Rembang, menyoroti penggunaan kata kerja dalam kisah Nabi Adam.

Dalam QS Al-A'raf ayat 121, disebutkan: wa 'asha Adamu rabbahu faghawa—Adam mendurhakai Tuhannya, lalu tersesat.

Menurut Gus Baha, penggunaan bentuk fi'il atau kata kerja penting karena menggambarkan sebuah tindakan, bukan identitas permanen seseorang.

Ia memberikan contoh sederhana: ra'aitu Zaidan yakhitu tsaubahu—saya melihat Zaid sedang menjahit pakaiannya.

Kalimat itu tidak otomatis berarti Zaid berprofesi sebagai penjahit. Berbeda jika dikatakan Zaidun khayyat, yang menunjukkan identitas atau profesinya sebagai penjahit.

Kesalahan Adam Tidak Menjadi Identitas

Dari sisi balaghah, Gus Baha menjelaskan bahwa penggunaan fi'il memiliki nuansa berbeda dari ism.

Ini menjadi penting ketika membahas Nabi Adam. Al-Qur'an menyebut peristiwa tersebut sebagai tindakan yang dilakukan Adam, bukan menetapkan bahwa “durhaka” menjadi identitas dirinya.

Gus Baha kemudian menghubungkannya dengan cara malaikat berbicara dalam QS Al-Baqarah ayat 30.

Para malaikat berkata: Wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqaddisu laka. “Kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan-Mu.”

Pada saat yang sama mereka bertanya mengenai keputusan Allah menjadikan khalifah di bumi. Allah menjawab, “Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Di sinilah Gus Baha mengajak jamaah memahami bahwa tasbih tidak boleh berubah menjadi perasaan seolah manusia lebih tahu daripada Allah.

Sumber: youtube @kajianislampopuler

Berita Terkait