FEB UB Gelar Workshop Riset Internasional, Mahasiswa Pascasarjana Didorong Kuasai Metodologi
Sesi foto bersama --Universitas Brawijaya Malang
LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID - Kemampuan memahami metodologi penelitian menjadi perhatian Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB). Penguatan kemampuan itu dilakukan melalui pre-conference workshop 2026 MAG Scholar Conference in Business, Marketing & Tourism.
Workshop berlangsung di Lantai 7 Gedung F FEB UB, Malang, Selasa (6/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa pascasarjana, peserta internasional, dosen, dan alumni.
Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian MAG Scholar Conference 2026 yang berlangsung di Malang pada 6–9 Oktober 2026. Konferensi internasional utamanya digelar pada 7–8 Oktober 2026.
BACA JUGA: FAST UB Gandeng Pakar Malaysia Bahas Fisikokimia dan Analisis Nutrisi Pangan Hasil Ternak-ternak
Pakar Malaysia Bahas Metode Riset Kualitatif
Salah satu narasumber workshop adalah Associate Prof Dr Azahar Bin Kasim dari Universiti Utara Malaysia (UUM). Ia membawakan materi mengenai penelitian kualitatif. Azahar menekankan pentingnya pemahaman metodologi secara menyeluruh.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengetahui tahapan penelitian. Mereka juga harus memahami alasan ilmiah di balik metode yang digunakan.
Pemahaman tersebut penting ketika peneliti harus mempertanggungjawabkan hasil penelitian di hadapan penguji. Validitas dan reliabilitas penelitian menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan.
Materi ini juga relevan bagi mahasiswa yang menggunakan pendekatan mixed method. Peneliti harus memahami karakteristik penelitian kuantitatif dan kualitatif sebelum menggabungkannya dalam satu penelitian.
Tidak Sekadar Menguasai Software
Sesi berikutnya membahas penelitian kuantitatif dan pengolahan data menggunakan SmartPLS 4. Dalam penelitian kuantitatif, penguasaan perangkat lunak saja tidak cukup. Peneliti harus memahami teori dan logika statistik sebelum memasukkan data ke dalam aplikasi.
Materi workshop juga menyoroti sejumlah persoalan yang kerap muncul dalam penelitian. Di antaranya penghapusan indikator tanpa dasar teoretis, kesalahan memilih pengujian one-tailed atau two-tailed, hingga persoalan Common Method Variance (CMV).
BACA JUGA: 8 Bulan di Bengkel, 2 Hari di Lintasan: Jalan Panjang Semeru Team UM Pertahankan Gelar KMHE
Pendekatan tersebut membuat peserta tidak hanya belajar menggunakan alat analisis. Mereka juga didorong memahami alasan akademik di balik setiap keputusan dalam proses penelitian.
Sumber:


