Mandalika 2026 Bisa Jadi Ujian Berat Veda Ega Pratama, Ini Alasannya
Mandalika 2026 menjadi ujian Veda Ega Pratama. Modal latihan dan gaya balapnya akan diuji di hadapan publik Indonesia.-Ig themandalikagp-Ig themandalikagp
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Mandalika 2026 bukan sekadar balapan kandang bagi Veda Ega Pratama. Sirkuit sepanjang akhir pekan balapan akan menjadi ujian bagi kemampuan pembalap rookie Indonesia dalam membaca situasi lomba, mengelola tekanan, sekaligus memanfaatkan pengalaman yang sudah dikumpulkannya sebelum turun dalam sesi resmi Moto3.
Pengamat MotoGP sekaligus peneliti Litbang Kompas, Topan, menilai Veda memiliki modal berharga karena sudah berlatih di Sirkuit Mandalika pada Juli dan awal Agustus. Meski latihan tersebut menggunakan motor 600 cc dan 1.000 cc, pengalaman itu tetap dapat membantu Veda memahami karakter lintasan.
Menurutnya, Veda setidaknya sudah memiliki gambaran mengenai racing line dan beberapa bagian sirkuit yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan manuver. Hal tersebut menjadi keuntungan ketika ia menghadapi rangkaian sesi resmi Moto3.
Pengalaman Lokal Bisa Jadi Keuntungan
Mandalika memiliki karakter lintasan yang mengalir. Bagi kelas Moto3, karakter tersebut membuka peluang bagi pembalap untuk memanfaatkan slipstream dalam mengejar lawan.
Veda dinilai memiliki gaya balap yang sesuai dengan karakter tersebut. Ia kerap melakukan manuver dengan tenang, termasuk mengambil kesempatan dari sisi dalam ketika memasuki tikungan.
Kemampuan membaca momentum menjadi penting karena tidak semua bagian sirkuit memberikan peluang overtaking yang sama. Tikungan 1, Tikungan 10, dan Tikungan 16 menjadi beberapa titik yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan serangan.
Namun, Veda tetap membutuhkan perhitungan matang. Kesalahan dalam menentukan waktu pengereman atau terlalu memaksakan manuver dapat membuat peluang meraih hasil bagus justru hilang.
Motor Tetap Menjadi Faktor Penentu
Selain kemampuan pembalap, performa motor juga menjadi perhatian. Topan menilai Veda harus memaksimalkan potensi motor yang digunakannya karena persaingan Moto3 sangat ketat.
Perbedaan kecil dalam kecepatan maupun akselerasi dapat memengaruhi posisi ketika pembalap memasuki rombongan. Karena itu, kemampuan memanfaatkan slipstream dan menjaga posisi menjadi sangat penting.
Veda juga harus mengatur ban dengan baik. Panasnya karakter Mandalika dapat memberikan tekanan besar terhadap kondisi ban sepanjang balapan.
Artinya, pembalap tidak hanya dituntut cepat pada awal lomba. Konsistensi hingga lap-lap akhir menjadi bagian penting jika ingin mempertahankan posisi atau bahkan mengejar podium.
Beban Sebagai Local Hero
Tantangan lain datang dari besarnya dukungan penonton Indonesia. Veda akan menjadi salah satu pusat perhatian selama MotoGP Mandalika 2026.
Topan menyebut ekspektasi publik bisa menjadi tekanan mental. Namun, kondisi tersebut juga dapat berubah menjadi energi positif apabila Veda mampu mengendalikannya.
Karena itu, pembalap berusia muda tersebut diharapkan tidak terlalu terbebani target kemenangan. Status rookie membuat setiap pengalaman di Moto3 sangat berharga untuk perkembangan kariernya.
Sumber: yt sadryna evanalia


