2 tahun Disway Malang

Mandalika Belum Pernah Punya Juara Berulang, Veda Ega Pratama Bisa Bikin Sejarah?

Mandalika Belum Pernah Punya Juara Berulang, Veda Ega Pratama Bisa Bikin Sejarah?

Mandalika belum pernah punya juara berulang di MotoGP. Akankah tradisi itu berlanjut pada balapan 2026?-Ig themandalikagp-Ig themandalikagp

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Mandalika memiliki fakta menarik sejak masuk kalender MotoGP. Hingga empat musim balapan utama yang dibahas dalam podcast After Race, belum ada pembalap yang mampu mengulang kemenangan di MotoGP Mandalika. Rekor unik tersebut membuat persaingan pada 2026 semakin menarik, termasuk peluang Veda Ega Pratama mencuri perhatian di kelas Moto3.

Pengamat MotoGP sekaligus peneliti Litbang Kompas, Topan, menyoroti fenomena tersebut saat membahas karakter Sirkuit Mandalika bersama pembawa acara After Race. Menurutnya, Mandalika memiliki sejumlah faktor yang membuat hasil balapan sulit diprediksi dari satu musim ke musim berikutnya.

Dalam empat edisi MotoGP yang disebutkan, empat pembalap berbeda keluar sebagai pemenang. Miguel Oliveira menjadi pemenang pada 2022, Francesco Bagnaia pada 2023, Jorge Martin pada 2024, kemudian Fermin Aldeguer pada 2025.

Catatan itu menunjukkan bahwa Mandalika seolah belum memberikan kesempatan kepada pemenang sebelumnya untuk kembali menjadi juara di balapan utama.

Mandalika Punya Karakter Ekstrem

Menurut Topan, salah satu penyebabnya adalah karakter Mandalika yang sangat dipengaruhi kondisi lingkungan. Temperatur, cuaca, panas permukaan trek, kondisi ban, hingga pengaturan motor dapat menentukan performa pembalap sepanjang balapan.

Temperatur permukaan lintasan bahkan disebut dapat mencapai lebih dari 60 derajat Celsius. Situasi tersebut membuat pembalap harus memiliki ketahanan fisik yang baik sekaligus mampu mengelola ban dan motor.

Karakter tersebut juga pernah membuat balapan di Mandalika menghadirkan berbagai kejutan. Masalah teknis, kecelakaan, hingga perubahan kondisi lintasan dapat mengubah persaingan dalam waktu singkat.

Topan juga menilai Mandalika membutuhkan paket lengkap. Pembalap tidak cukup hanya memiliki motor cepat. Kemampuan menjaga kondisi fisik, memilih racing line, mengatur ban, dan membaca situasi balapan juga sangat penting.

Marc Marquez Masih Mengejar Kemenangan

Salah satu nama besar yang belum mampu memenangkan balapan utama MotoGP Mandalika adalah Marc Marquez. Pembalap asal Spanyol itu memang pernah naik podium sprint di Mandalika pada 2024 ketika membela Gresini Ducati.

Namun, untuk balapan utama, Marquez belum pernah menjadi juara di sirkuit tersebut.

Perjalanannya di Mandalika juga penuh drama. Pada 2022, ia mengalami highside yang berdampak pada gangguan penglihatan. Setahun kemudian, Marquez kembali terjatuh di Tikungan 13. Pada 2024, ia mengalami masalah pada motornya, sedangkan pada 2025 terlibat insiden dengan Marco Bezzecchi.

Karena itu, kemenangan di Mandalika menjadi salah satu tantangan menarik bagi Marquez. Dengan dukungan motor yang kompetitif, peluang tersebut tetap terbuka.

Veda Bisa Ikut Mengubah Sejarah

Fenomena pemenang yang selalu berbeda juga menarik jika dikaitkan dengan Veda Ega Pratama. Pembalap Indonesia tersebut akan menjalani Moto3 Mandalika sebagai rookie sekaligus local hero.

Veda memiliki keuntungan karena sebelumnya telah menjalani latihan di Mandalika pada Juli dan awal Agustus. Meskipun menggunakan motor berbeda dari motor balap Moto3, pengalaman tersebut membuatnya lebih mengenal racing line dan karakter lintasan.

Sumber: yt sadryna evanalia