2 tahun Disway Malang

Veda Ega Pratama Hadapi Tekanan Besar di Mandalika, Podium Moto3 Jadi Target?

Veda Ega Pratama Hadapi Tekanan Besar di Mandalika, Podium Moto3 Jadi Target?

Veda Ega Pratama menghadapi tekanan besar di Mandalika. Dukungan publik Indonesia bisa menjadi kunci menuju podium Moto3.-Ig themandalikagp-Ig themandalikagp

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Veda Ega Pratama menghadapi tantangan berbeda pada MotoGP Mandalika 2026. Selain harus bersaing dengan para pembalap Moto3 terbaik dunia, Veda datang sebagai pembalap Indonesia yang akan tampil di hadapan publik sendiri. Dukungan besar penonton bisa menjadi suntikan motivasi, tetapi sekaligus menghadirkan tekanan untuk meraih hasil terbaik.

Pembahasan mengenai peluang Veda tersebut disampaikan pengamat MotoGP sekaligus peneliti Litbang Kompas, Topan, dalam podcast After Race. Menurutnya, status sebagai local hero membuat Veda memiliki beban mental yang tidak dirasakan pembalap lain.

Ekspektasi publik tentu mengarah pada podium. Bahkan, kemenangan di depan penonton Indonesia menjadi impian yang sangat besar. Namun, Topan mengingatkan bahwa Veda masih berstatus rookie sehingga proses adaptasi tetap menjadi bagian penting dari musim perdananya.

Tekanan Penonton Bisa Jadi Kekuatan

Atmosfer Sirkuit Mandalika diperkirakan menjadi salah satu faktor menarik pada balapan tahun ini. Sorakan penonton Indonesia akan terdengar ketika Veda keluar dari pit maupun berada di grid.

Menurut Topan, kondisi tersebut dapat memberikan dua dampak. Jika tidak mampu mengelola tekanan, dukungan besar justru bisa mengganggu konsentrasi. Sebaliknya, apabila dapat dikendalikan, energi dari tribun bisa berubah menjadi motivasi tambahan.

Karena itu, Veda dituntut memiliki perhitungan matang sejak sesi latihan bebas hingga kualifikasi. Posisi start, kondisi ban, karakter motor, serta peluang melakukan overtaking harus diperhitungkan sebelum balapan berlangsung.

Publik juga diminta tidak memberikan tekanan berlebihan apabila hasil akhirnya tidak sesuai harapan. Balapan Moto3 dikenal sangat kompetitif dan kesalahan kecil dapat mengubah posisi secara drastis.

Mandalika Punya Karakter yang Sulit Ditebak

Salah satu alasan balapan di Mandalika menarik adalah karakter sirkuit yang disebut sangat menuntut kesiapan pembalap dan motor. Suhu lintasan yang tinggi, paparan angin, kondisi cuaca, serta manajemen ban menjadi tantangan tersendiri.

Dalam analisis Topan, temperatur permukaan trek di Mandalika bisa mencapai lebih dari 60 derajat Celsius. Kondisi tersebut membuat pembalap harus menjaga kondisi fisik sekaligus mengatur penggunaan ban agar tetap kompetitif hingga akhir balapan.

Karakter lintasan yang mengalir juga membuat strategi menjadi penting. Pada kelas Moto3, pembalap dapat memanfaatkan slipstream untuk mengejar lawan sebelum memasuki titik pengereman.

Sejumlah tikungan seperti Tikungan 1, Tikungan 10, dan Tikungan 16 menjadi area yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan manuver. Artinya, Veda tidak cukup hanya memiliki kecepatan. Ia juga harus mampu membaca situasi dan memilih waktu yang tepat untuk menyerang.

Rekor Pemenang Mandalika Selalu Berubah

Mandalika juga memiliki catatan unik di MotoGP. Dalam empat musim balapan yang dibahas, tidak ada pembalap yang mampu mengulang kemenangan pada balapan utama.

Miguel Oliveira menjadi pemenang pada 2022, disusul Francesco Bagnaia pada 2023, Jorge Martin pada 2024, dan Fermin Aldeguer pada 2025.

Catatan tersebut memperlihatkan betapa sulitnya memprediksi pemenang di Mandalika. Perubahan cuaca, temperatur aspal, kondisi ban, hingga pengaturan motor dapat memengaruhi hasil akhir.

Sumber: yt sadryna evanalia