PPSN VI di Malang Ditutup, 4.524 Santri Dipesan Bijak Bermedia Sosial
PPSN VI 2026 di Malang sebagai rangkaian acara Hari Santri 2026 diikuti 4.524 Pramuka santri dari berbagai daerah telah ditutup Senin malam (5/10/2026). -prokopim kab. malang.--
BULULAWANG, DISWAYMALANG.ID - Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI 2026 di Kabupaten Malang resmi berakhir. Sebanyak 4.524 pramuka santri dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kegiatan nasional yang berlangsung di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo, BULULAWANG, sejak 30 September hingga 6 Oktober 2026.
Penutupan PPSN VI digelar Senin (5/10/2026) malam dan dipimpin Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama Basnang Said. Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib bersama jajaran Forkopimda, pengasuh Ponpes An-Nur II, serta perwakilan kontingen dari berbagai daerah turut hadir dalam acara tersebut.
Selama hampir sepekan, para santri tidak hanya mengikuti kegiatan kepramukaan dan perlombaan. Tetapi juga mendapat pengalaman tentang kepemimpinan, kebersamaan, kebangsaan serta kepedulian terhadap lingkungan. PPSN VI mengusung tema “Membentuk Karakter, Merawat Lingkungan, Meneguhkan Kebangsaan, dan Berdaya Saing Global”, dengan ekoteologi menjadi salah satu pesan penting kegiatan.
Pesan Dirjen Ponpes: Santri Harus Siap Jadi Pemimpin
Dalam penutupan, Basnang menitipkan pesan kepada para santri agar pengalaman selama PPSN tidak berhenti ketika mereka meninggalkan lokasi perkemahan.
Menurutnya, kedisiplinan, tanggung jawab dan pengalaman bekerja sama selama kegiatan merupakan modal penting untuk membentuk calon pemimpin bangsa.
“Pramuka santri ponpes telah mengajarkan menjadi pemimpin. Disiplin dan tanggung jawab di perkemahan ini adalah modal kalian menjadi pemimpin bangsa masa depan,” ujar Basnang.
Pesan tersebut sejalan dengan arah PPSN VI yang tidak hanya menempatkan kegiatan sebagai ajang perlombaan. Kementerian Agama sebelumnya menegaskan bahwa pertemuan pramuka santri menjadi ruang pembentukan karakter, kemandirian dan kepemimpinan.
Saring sebelum Sharing di Media Sosial
Selain kepemimpinan, Basnang memberikan perhatian khusus terhadap kebiasaan santri menggunakan media sosial.
Ia meminta para santri tidak menjadikan media sosial sekadar tempat berekspresi, tetapi menggunakannya untuk menyebarkan manfaat.
“Bijaklah menggunakan media sosial. Gunakan untuk dakwah, belajar, dan menebar kebaikan. Saring sebelum sharing, jangan sebarkan hoaks dan kebencian,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi penting karena aktivitas digital memungkinkan sebuah informasi tersebar dalam waktu singkat. Santri diharapkan tidak terburu-buru membagikan informasi yang belum diketahui kebenarannya, apalagi konten yang mengandung fitnah, kebencian atau provokasi.
Sebaliknya, media sosial dapat dimanfaatkan untuk memperluas pembelajaran, menyampaikan pesan keagamaan yang damai, memperkenalkan kegiatan positif pesantren dan membangun jejaring antarsantri.
Sumber: prokopim kab. malang










