2 tahun Disway Malang

Nurochman Kaji Smart Integrated Farming di Jateng, Jadi Acuan Pertanian Modern Kota Batu

Nurochman Kaji Smart Integrated Farming di Jateng, Jadi Acuan Pertanian Modern Kota Batu

Wali Kota Batu Nurochman bersama CooSAE melakukan studi praktik ke Kebun Keraton di Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang-Istimewa -

BATU, DISWAYMALANG.ID - Pemerintah Kota Batu terus mematangkan pengembangan Smart Integrated Farming (SIF). Konsep ini menjadi strategi baru untuk memperkuat sektor pertanian. Tujuannya juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Untuk mematangkan konsep tersebut, Wali Kota Batu Nurochman bersama Cooperative Smart Agriculture Ecosystem (CooSAE) melakukan studi praktik ke Jawa Tengah, Senin (5/10/2026).

Mereka mengunjungi sejumlah sentra hortikultura modern di sana. Tujuannya mempelajari pola kemitraan, teknologi budidaya, hingga tata kelola rantai pasok pertanian.

BACA JUGA:3 Raperda Strategis Kota Batu Disetujui Nurochman, Atur Lingkungan hingga Lambang Daerah

Kunjungan dilakukan ke dua lokasi utama. Lokasi pertama adalah greenhouse sayuran hidroponik dan melon premium di Kota Salatiga. Lokasi kedua adalah Kebun Keraton di Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.

Dalam kunjungan itu, rombongan melihat langsung budidaya tomat ceri, melon premium, dan sayuran hidroponik. Semuanya dikelola dengan sistem yang terukur dan tersistem.

Model budidaya tersebut didukung pola kemitraan yang kuat. Petani terhubung dengan penyedia benih, pendamping teknis, sarana produksi, hingga akses pasar modern.

BACA JUGA:‎Wali Kota Nurochman Ajak Jaga Sungai Brantas Dimulai dari Pilah Sampah di Rumah

Kedua lokasi tersebut merupakan mitra dari CV Tirta Fertindo Pratama. Perusahaan ini bergerak di bidang agribisnis modern berbasis hidroponik. 

Fertindo diketahui menjadi pemasok produk hortikultura untuk jaringan ritel modern Superindo di Jawa Tengah. Perusahaan tersebut juga menggandeng Rijk Zwaan. Yaitu perusahaan pemuliaan dan penyedia benih hortikultura asal Belanda.

Wali Kota Batu Nurochman mengatakan banyak pelajaran yang didapat. Pengembangan pertanian tidak hanya soal produksi tetapi bagaimana membangun sebuah ekosistem pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir,

BACA JUGA:Festival Nyusu Bareng di Batu, 1.000 Susu Gratis Dibagikan untuk Kenalkan Wisata Edukasi Brau

"Yang kami pelajari hari ini bukan hanya bagaimana menanam dengan teknologi modern, tetapi bagaimana membangun sebuah ekosistem pertanian. Mulai dari penyediaan bibit, budidaya, pendampingan, hingga pemasaran hasil panen," katanya.

Menurut Nurochman, praktik di Fertindo sangat menarik. Karena lahan yang tidak terlalu luas tetap bisa menghasilkan produk berkualitas tinggi. Kuncinya adalah penerapan teknologi yang tepat dan sistem budidaya yang terukur.

Sumber:

Berita Terkait