Media Vietnam Sebut Indonesia Anak Emas FIFA, Apa yang Dipersoalkan?
Media Vietnam menyebut Timnas Indonesia anak emas FIFA. Injury time, status tuan rumah, dan skuad Garuda jadi sorotan.-Ig pssi-Ig pssi
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Timnas Indonesia mendapat sorotan dari media Vietnam menjelang final FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda bahkan disebut sebagai “anak emas FIFA” setelah berhasil melaju ke partai puncak turnamen.
Label tersebut bukan berasal dari FIFA, melainkan merupakan tudingan yang muncul di media Vietnam. Sorotan diarahkan pada sejumlah situasi yang dianggap memberikan keuntungan bagi Indonesia selama perjalanan menuju final.
Salah satu yang paling ramai diperbincangkan adalah pertandingan Indonesia kontra Bangladesh pada laga terakhir Grup A.
Injury Time Jadi Pemicu Sorotan
Indonesia menang telak 9-2 atas Bangladesh. Namun, pertandingan tersebut tidak hanya menjadi perhatian karena skor besar.
Perubahan waktu tambahan pada babak kedua menjadi salah satu hal yang dipersoalkan. Tambahan waktu yang semula ditunjukkan selama dua menit kemudian berubah menjadi tujuh menit.
Indonesia mampu memanfaatkan tambahan waktu tersebut dengan mencetak dua gol. Hasil akhir 9-2 kemudian membantu Garuda mengamankan posisi puncak Grup A dan melaju ke final.
Situasi inilah yang kemudian menjadi bahan bagi pihak yang mempertanyakan apakah Indonesia memperoleh keuntungan tertentu.
Namun, perubahan injury time tidak otomatis menjadi bukti adanya perlakuan khusus. Dalam pertandingan sepak bola, tambahan waktu dapat dipengaruhi berbagai penghentian permainan yang terjadi selama laga.
Karena itu, perubahan waktu tambahan perlu dilihat berdasarkan situasi pertandingan secara keseluruhan, bukan hanya dari angka yang terlihat di papan pergantian waktu.
Status Indonesia sebagai Tuan Rumah
Selain persoalan injury time, status Indonesia sebagai salah satu tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 juga menjadi perhatian.
Indonesia mendapat keuntungan bermain di depan pendukung sendiri. Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, menjadi salah satu venue penting dalam perjalanan Garuda hingga final.
Dukungan puluhan ribu suporter jelas memberikan atmosfer berbeda bagi tim tuan rumah. Namun, keuntungan bermain di kandang merupakan konsekuensi dari status sebagai penyelenggara turnamen, bukan bukti bahwa sebuah tim mendapatkan keputusan khusus dari FIFA.
Indonesia juga tetap harus memenangkan pertandingan untuk melewati setiap fase kompetisi.
Bisa Turunkan Skuad Terbaik
Faktor lain yang ikut dikaitkan dengan narasi “anak emas FIFA” adalah kesempatan Indonesia menurunkan pemain terbaik.
Sumber: yt tarkam tv


