2 tahun Disway Malang

Dua Tim Robotika UB Raih Prestasi Internasional di ERIC 2026, VARIO Juara 1 Drone Innovation

Dua Tim Robotika UB Raih Prestasi Internasional di ERIC 2026, VARIO Juara 1 Drone Innovation

Kontingen UB di Electronics & Robotic Innovation Competition (ERIC)--Prasetyaub

LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID - Delegasi Universitas Brawijaya berhasil meraih dua predikat dalam lomba berskala internasional Electronics & Robotic Innovation Competition (ERIC). Kompetisi adu inovasi di bidang elektronika dan robotika skala internasional. Ajang ini diselengarakan di Universitas Negeri Jakarta pada Kamis hingga Sabtu (22-24/9/2026).

BACA JUGA; Doktor UB Kembangkan Diet Anti Inflamasi Nusantara, Solusi Berbasis Pangan Lokal untuk Penyakit Kronis

DIkutip dari laman resmi UB, Jumat (2/9/2026), di ajang ini, UB menurunkan dua tim, yaitu Atya Balap dan Baby Atyabrama UB di dua kategori lomba. Atya Balap yang terdiri atas Farhan Khairullah (Teknik Komputer/2025), Igor Mecca Mohammed (Teknik Informatika/2025), dan Muhammad Minanur Rohman (Teknik Komputer/2024) ini berlomba di kategori Line Follower. 

BACA JUGA: Mencari Mas Malang Yuda, FIB UB Ubah Riset Akademik Jadi Film Dokumenter

Sedangkan tim Baby Atyabrama UB yang terdiri atas Weaver Simon (Filkom/2025), Fristian Boas Nathaniel (Filkom/2025) dan Damar Dydan Aryapandya Suprapto (Filkom/2025) berlaga dalam kategori Drone Innovation. 

BACA JUGA: UB Targetkan Lebih dari 4.000 Publikasi Internasional per Tahun, Saat Ini Tembus 3.000

Di kategori Line Follower, Farhan dan tim dituntut untuk merancang robot yang dapat bernavigasi di lintasan bersensor inframerah melalui algoritma pembacaan sensor yang responsif, sistem kendali motor yang stabil saat berbelok di tikungan tajam, serta bobot mekanik robot yang proporsional agar bisa melaju maksimal tanpa keluar dari lintasan.

“Secara konsep, kami merancang dan memprogram sebuah robot otonom yang dituntut untuk bisa membaca dan mengikuti garis lintasan berwarna kontras secepat dan seakurat mungkin,” sebut Farhan. 

Sedangkan inovasi drone yang ditawarkan Weaver dan tim adalah Variable-Rate Precision Spray Drone atau VARIO yang bisa dimanfaatkan untuk penyemprotan pertanian presisi berbasis IoT. 

“Navigasi menggabungkan Flight Controller Pixhawk dan modul GPS M8N untuk jalur terbang otomatis. Sementara sensor & otak keputusan menggunakan sensor Mateksys Optical Flow yang terhubung ke mikrokontroler ESP 32. Lalu untuk eksekusi penyemprotan, dosisnya disesuaikan secara instan,” jelas Waever.

Ke depan, tim ini mempertimbangkan untuk meningkatkan kapasitas tangki agar siap diimplementasikan pada lahan pertanian yang lebih luas dan diintegrasikan dengan aplikasi untuk pengelolaan log data penerbangan menjadi intuitif. 

Dari kompetensi ini, Atya Balap berhasil meraih predikat sebagai Best Team Work, dan Baby Atyabrama UB berhasil membawa predikat Juara 1 kategori Drone Innovation, setelah bersaing melawan puluhan tim dari Indonesia dan berbagai kampus di mancanegara.

Sumber: prasetya.ub.ac.id

Berita Terkait