Bendera Setengah Tiang Berkibar di RT 08 Sisir Batu, Warga Ingin Generasi Paham Sejarah
Warga RT 08 RW 10 Kelurahan Sisir Kota Batu semua memasang bendera di peringatan 30 September, sementara banyak warga yang saat ini abai untuk memasang bendera -panca rp-
BATU , DISWAYMALANG.ID — Pemandangan berbeda terlihat di RT 08 RW 06 Kelurahan Sisir, Kota Batu, pada Rabu, 30 September 2026. Seluruh warga di lingkungan tersebut kompak mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah bangsa.
Bagi warga setempat, pengibaran bendera setengah tiang pada 30 September bukan sekadar mengikuti tradisi. Tokoh masyarakat RW 06 Samsul Huda mengatakan warga memahami makna sejarah di balik peringatan tersebut dan mendapatkan pemahaman melalui sosialisasi di lingkungan masyarakat.
Menurut Samsul, kesadaran warga untuk memasang bendera pada tanggal 30 September diharapkan menjadi momentum untuk kembali mengingat perjalanan sejarah Indonesia. Ia menilai partisipasi masyarakat akan lebih bermakna ketika dilakukan dengan memahami latar belakang dan nilai sejarah yang diperingati.

Samsul Hudah salah satu tokoh masyarakat -panca rp/diswaymalang.id
"Warga memasang bendera itu karena mereka paham. Pemahaman itu lahir dari sosialisasi tokoh-tokoh masyarakat. Dengan memasang bendera tepat pada tanggal 30 September, setidaknya ada pola pikir untuk flashback mengingat peristiwa masa lalu," ujar Samsul Huda. Ia menegaskan bahwa partisipasi warga akan terasa kurang manfaatnya jika dilakukan tanpa memahami esensinya.
Warga Kembali Gelar Nobar Film Sejarah
Ketua RT 08 Wahyudi mengatakan, pengenalan sejarah di lingkungannya tidak hanya dilakukan melalui pemasangan bendera. Warga juga kembali menghidupkan kegiatan nonton bareng film bertema sejarah yang sebelumnya rutin dilakukan di lingkungan permukiman.
Kegiatan tersebut sempat berhenti sejak pandemi COVID-19. Tahun ini, warga kembali menggelarnya sebagai bagian dari upaya mengenalkan sejarah kepada generasi muda.
"Tahun ini kita mulai lagi, sebab generasi penerus harus mengerti yang terjadi di sejarah peringatan 30 September," kata Wahyudi.
Menurut Wahyudi, kegiatan bersama tersebut diharapkan menjadi ruang bagi warga, terutama generasi muda, untuk mengenal berbagai peristiwa sejarah Indonesia. Penyampaian sejarah melalui kegiatan di lingkungan masyarakat juga diharapkan dapat mendorong generasi penerus untuk berdiskusi dan memahami peristiwa masa lalu secara lebih baik.
Bagi warga RT 08 RW 06 Kelurahan Sisir, pengibaran bendera setengah tiang dan kembali digelarnya kegiatan nonton bareng menjadi bagian dari tradisi mengenang sejarah. Kekompakan warga juga menunjukkan bahwa kegiatan berbasis lingkungan dapat menjadi sarana untuk menjaga perhatian masyarakat terhadap sejarah bangsa.
Sumber:


