Prediksi Harga Cabai Rawit 2026: Agustus-September Diprediksi Anjlok, Desember Naik
Prediksi harga cabai rawit 2026 diperkirakan turun pada Agustus-September akibat panen raya, lalu mulai naik Oktober hingga Desember.-Instagram -
MALANG, DISWAYMALANG.ID - Prediksi harga cabai rawit 2026 menunjukkan tren penurunan hingga Agustus-September sebelum diperkirakan kembali naik mulai Oktober.
Periode Agustus dan September berpotensi menjadi titik terendah karena pasokan cabai diprediksi melimpah akibat panen raya.
Harga cabai rawit pada Juli 2026 diperkirakan berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram dengan kecenderungan menurun.
Memasuki Agustus dan September, harganya berpotensi turun ke kisaran Rp20.000 atau bahkan belasan ribu rupiah per kilogram.
Sebaliknya, harga cabai diperkirakan mulai membaik pada Oktober dan terus menunjukkan tren kenaikan pada November hingga Desember.
Jika terjadi kemarau panjang atau El Nino, kenaikan harga bahkan berpotensi berlangsung lebih cepat, mulai akhir September.
Panen Raya Jadi Faktor Utama
Perkiraan penurunan harga pada Agustus-September berkaitan dengan potensi panen raya. Pasokan cabai rawit yang lebih besar di pasar dapat memberikan tekanan terhadap harga di tingkat petani maupun pedagang.
Pada musim kemarau, tanaman cabai juga disebut lebih cepat memasuki fase merah. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan jumlah cabai yang masuk ke pasar.
Meski begitu, penurunan harga diperkirakan tidak separah sekitar dua tahun lalu. Saat itu, harga cabai sempat berada di kisaran Rp10.000 per kilogram.
Biaya produksi yang semakin tinggi, seperti harga obat, pupuk, bahan bakar minyak, dan kebutuhan pertanian lainnya, diperkirakan dapat menjadi salah satu faktor yang menahan penurunan harga.
Harga Cabai Akhir Juni Mulai Turun
Sebelum memasuki Juli, sejumlah jenis cabai sudah mengalami penurunan harga pada akhir Juni.
Cabai rawit jenis Ori Asmoro berada di kisaran Rp33.000 hingga Rp34.000 per kilogram berdasarkan nota tani.
Sementara jenis Juit Baskara Dewata berada di kisaran Rp26.000 hingga Rp27.000 per kilogram.
Untuk jenis CMK dan CMB, penurunan harga disebut sudah terjadi sejak pertengahan Juni.
Sumber:


