2 tahun Disway Malang

East Java Open Fencing Championship 2026 Digelar di Batu, Jadi Ajang Pematangan Atlet

East Java Open Fencing Championship 2026 Digelar di Batu, Jadi Ajang Pematangan Atlet

Pertandingan East Java Open Fencing Championship 2026 di GOR Gajah Mada Kota Batu -Istimewa -

BATU, DISWAYMALANG.ID- GOR Gajah Mada Kota Batu berubah menjadi arena pertarungan bergengsi selama tiga hari penuh dari 25-hingga 27 September 2026. Sebanyak 300 atlet anggar dari berbagai penjuru Indonesia unjuk kebolehan dalam ajang East Java Open Fencing Championship 2026 yang masuk dalam rangkaian Jatim Series Seri 2.

Tidak hanya diikuti atlet Jawa Timur, kejuaraan ini juga menarik minat atlet dari luar pulau. Atlet-atlet tangguh datang dari Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi untuk menguji kemampuan terbaiknya di Kota Wisata Batu.

Ketua Umum Pengprov Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Jawa Timur, Agung Setiawan menyebut animo yang luar biasa ini menjadi sinyal positif bagi pembinaan anggar nasional.

BACA JUGA:Timnas Indonesia Diminta Tak Ulangi 2 Kesalahan Ini Saat Hadapi Malaysia

"Ini kelanjutan dari Jatim Open yang kami rancang dalam tiga seri. Seri pertama sudah sukses di Mojokerto, dan seri kedua di Batu ini sambutannya luar biasa. Sekitar 300 atlet turun, tidak hanya dari Jatim saja," katanya, Minggu (27/9/2026).

Kejuaraan ini dirancang dengan sistem pembinaan yang berjenjang dan terstruktur. Semua kelompok umur diberi panggung untuk berkompetisi. Yaitu U12 mempertandingkan nomor Floret, U14 Floret, Sabel, dan Degen, U18 Floret, Sabel, dan Degen dan Senior mempertandingkan Floret, Sabel, dan Degen

Menurut Agung, Jatim Series bukan sekadar kejuaraan open biasa. Ajang ini menjadi tahapan penting untuk mematangkan mental dan teknik atlet sebelum menghadapi agenda yang lebih besar.

BACA JUGA:Malaysia di Depan Mata, Timnas Indonesia Diminta Tak Lagi Main Pasif

"Kami punya roadmap yang jelas. Jatim Series Seri 2 di Batu ini adalah pematangan menuju Kejurprov di akhir tahun, lalu persiapan Porprov dan Pra-Porprov 2027. Harapan besar kami, dari sini lahir bibit-bibit muda yang kompetitif untuk memperkuat kontingen Jawa Timur di ajang Pra-PON 2027," jelas Agung.

Agung menegaskan, pihaknya memastikan seluruh pembiayaan kompetisi ditanggung secara mandiri, tanpa mengandalkan APBD Pemerintah Daerah maupun dana hibah lembaga.

Dengan waktu persiapan yang terbilang singkat, kolaborasi menjadi kunci. Kekompakan Pengprov IKASI Jatim, IKASI Kota Batu, dan dukungan tuan rumah membuat event tetap berjalan tertib, lancar, dan meriah hingga hari terakhir.

BACA JUGA:FIFA ASEAN Cup 2026: 4 Tim Ini Buka Turnamen dengan Kemenangan, Indonesia Masuk Daftar

Agung menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan acara. Ia secara khusus mengapresiasi Pemerintah Kota Batu sebagai tuan rumah, KONI Kota Batu, Pengcab IKASI Kota Batu, serta seluruh panitia dan mitra yang bekerja di balik layar.

"Terima kasih kepada semua yang telah mendukung. Tanpa kebersamaan, kejuaraan sebesar ini tidak akan bisa berjalan sukses," pungkasnya.

Sumber: