Bahtera Nabi Nuh Dicari Lagi di Turki, Tim Internasional Mulai Bor Formasi Durupınar
Formasi Durupınar Kembali Jadi Lokasi Pencarian Bahtera Nuh pada 2026. ---Daily Mail--
DOĞUBAYAZIT, DISWAYMALANG.ID - Formasi Durupınar di Turki kembali menjadi pusat perhatian dalam pencarian lokasi yang selama puluhan tahun dikaitkan dengan Bahtera Nabi Nuh. Pada September 2026, penelitian di kawasan tersebut memasuki tahap baru setelah tim peneliti melakukan pengeboran inti untuk mengambil sampel dari bawah permukaan.
Penelitian ini dipimpin Prof Dr Cenker Atila dari Departemen Arkeologi Sivas Cumhuriyet University bersama Noah's Ark Scans. Proyek tersebut telah memperoleh izin resmi dari otoritas Turki dan sejak 2026 diarahkan untuk menguji struktur geologi Durupınar menggunakan berbagai metode ilmiah, bukan langsung menyimpulkan bahwa formasi tersebut merupakan Bahtera Nuh.
Perkembangan terbaru pada 23 September 2026 menunjukkan penelitian telah beralih dari pemetaan dan pemindaian bawah permukaan menuju pengambilan sampel fisik. Tim menyebut pengeboran dilakukan hingga kedalaman sekitar 18 meter, sementara sampel yang diperoleh akan menjalani analisis laboratorium. Klaim mengenai adanya material organik atau lapisan yang diduga kayu membatu masih harus diuji dan belum dapat disebut sebagai bukti Bahtera Nuh.
Formasi Durupınar Jadi Fokus Penelitian
Formasi Durupınar berada di Distrik Doğubayazıt, Provinsi Ağrı, Turki timur, tidak jauh dari kawasan Gunung Ararat. Struktur berbentuk menyerupai kapal tersebut pertama kali dikenali dari foto udara pada 1959 oleh Kapten İlhan Durupınar.
Formasi itu memiliki panjang sekitar 157 meter dan selama lebih dari enam dekade menjadi objek perdebatan. Sebagian peneliti dan kelompok pencari Bahtera Nuh menganggap bentuknya memiliki kemiripan dengan gambaran kapal dalam tradisi keagamaan.
Namun, kemiripan bentuk tidak otomatis membuktikan bahwa struktur tersebut merupakan kapal kuno.
Penelitian 2026 justru dirancang untuk menguji berbagai kemungkinan tersebut melalui data geologi dan geofisika. Proyek resmi yang dipimpin Atila mendapat persetujuan pada Mei-Juni 2026 dan melibatkan kerja sama dengan Noah's Ark Scans.
Dari Radar hingga Pengeboran Inti
Sebelum pengeboran dilakukan, tim menggunakan sejumlah metode pemetaan bawah permukaan, termasuk ground-penetrating radar atau GPR, electrical resistivity tomography (ERT), LiDAR, pemetaan GPS serta pemodelan dua dan tiga dimensi.
Hasil pemindaian sebelumnya dilaporkan menunjukkan sejumlah anomali bawah permukaan yang oleh tim penelitian ditafsirkan sebagai kemungkinan ruang, koridor atau struktur beraturan. Interpretasi tersebut masih bersifat awal dan perlu diuji melalui sampel fisik serta analisis laboratorium.
Dalam tahap terbaru, pengeboran dilakukan di bagian dalam formasi sekaligus lokasi pembanding di luar struktur. Sampel tersebut akan digunakan untuk membandingkan komposisi tanah, sedimen, material organik dan karakteristik geologis lainnya.
Tim juga menyiapkan robot bawah tanah bernama Gopher yang dirancang untuk masuk melalui lubang bor menuju rongga yang sebelumnya terpetakan tanpa harus melakukan penggalian terbuka dalam skala besar.
Klaim Bahtera Nuh Belum Terbukti
Sumber:


