Rumah di Batu Mandiri Listrik 3 Tahun, Andalkan Panel Surya 8.000 Wp dan Baterai
Zainudi,n seorang yang selalu bereksperimen dengan energi yang terbarukan saat dijumpai di ruang kerjanya, Kamis (23/9/2026). -panca rp-Diswaymalang.id
BUMIAJI, DISWAYMALANG.ID--Ketika hujan deras, angin kencang atau petir memicu pemadaman listrik, sebagian masyarakat biasanya mengandalkan genset. Namun, di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Zainudin memilih pendekatan berbeda dengan membangun sistem kelistrikan yang menggabungkan panel surya dan baterai berkapasitas besar.
Sistem tersebut telah digunakan dan diuji dalam aktivitas sehari-hari selama sekitar tiga tahun. Panel surya dipasang di rumah sekaligus tempat Zainudin bekerja, sedangkan baterai berfungsi sebagai tempat penyimpanan energi yang dapat menerima pasokan dari panel surya maupun listrik PLN.
Tidak hanya untuk kebutuhan sendiri, baterai berkapasitas besar tersebut juga disewakan untuk kebutuhan listrik di luar rumah. Perangkat itu dapat digunakan untuk memasok kebutuhan seperti lampu hingga sound system ketika sumber listrik utama tidak tersedia.
BACA JUGA: Dua Fitur Kecil Honda HR-V RS Hybrid 2026 Ini Justru Berguna Saat Berkendara
Berawal dari Keinginan Mandiri saat Listrik Padam
Zainudin mengatakan gagasan tersebut berawal dari keinginan memiliki sumber listrik cadangan yang tidak bergantung sepenuhnya pada PLN. Sebelumnya, genset menjadi pilihan umum ketika terjadi pemadaman.
Namun, menurut dia, genset memiliki sejumlah konsekuensi, mulai dari suara mesin hingga kebutuhan bahan bakar.
“Pengin mandiri zaman dulu, kita pakai genset. Nah, kalau pakai genset itu nomor satu bising,” kata Zainudin ditemui Disway Malang, Kamis, 23 September 2026.
Ia juga membandingkan kebutuhan operasional genset dengan sistem baterai yang digunakan di rumahnya.
Baterai Tidak Perlu Mesin Menyala saat Standby
Menurut perhitungannya, genset satu silinder dapat menghabiskan sekitar satu liter bahan bakar setiap jam ketika beroperasi. Jika menggunakan BBM nonsubsidi, biaya operasional kemudian bergantung pada harga bahan bakar dan lama pemakaian.

Salah satu karya Zainudin, sepeda kuno yang diberikan sentuhan teknologi menggunakan baterai. -panca rp-Diswaymalang.id
Sebaliknya, baterai dapat menyimpan energi untuk digunakan ketika dibutuhkan. Saat tidak ada beban listrik aktif, menurut Zainudin, konsumsi sistem hanya berasal dari kebutuhan perangkat pendukung seperti inverter.
“Kalau genset, mau dipakai atau tidak dipakai, dia tetap ‘makan’ satu liter per jam. Tapi kalau baterai, energi tersimpan dengan aman,” ujarnya.
Ia memperkirakan kehilangan daya sistem ketika standby berada di kisaran 10 hingga 20 watt per jam. Dengan asumsi kehilangan sekitar 10 watt per jam, selama 24 jam energi yang terpakai sekitar 240 Wh.
BACA JUGA: Detail Eksterior Honda HR-V RS Hybrid 2026 Berubah, Ada Aksen Merah dan Logo Hybrid
Sumber:


